Apa impian para trader jangka pendek? Bukan memegang posisi dalam jangka panjang dan menunggu apresiasi nilai, melainkan menangkap fluktuasi pasar dalam satu hari untuk meraih selisih harga. Inilah yang disebut “day trading” — sebuah metode transaksi yang menyelesaikan pembelian dan penjualan dalam satu hari perdagangan yang sama.
Seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar, day trading telah menjadi pilihan banyak investor. Di pasar saham Taiwan, volume day trading sudah mencapai hampir 40%, sementara di pasar AS, karena menggunakan sistem T+0, investor dapat dengan fleksibel menyelesaikan transaksi dalam hari yang sama. Tapi pertanyaannya adalah: Bisakah melakukan day trading di pasar AS? Apa perbedaan antara day trading di pasar Taiwan dan AS? Bagaimana cara melakukan day trading secara aman?
1. Esensi dari Day Trading
Day trading tampak sederhana, tetapi sebenarnya adalah sebuah ilmu. Yang dimaksud “day trading” adalah menyelesaikan semua posisi sebelum pasar tutup — baik membeli lalu menjual (buy-day trade), maupun meminjam saham lalu membelinya kembali (sell-day trade), semuanya harus selesai dalam hari yang sama.
Di Taiwan, sejak Otoritas Pengawasan Keuangan membuka peluang untuk melakukan day trading pada tahun 2016, metode ini dengan cepat menyebar. Sebaliknya, di pasar AS, karena sistemnya mendukung penyelesaian T+0, day trading sudah menjadi norma, dengan fleksibilitas penggunaan dana yang lebih besar.
2. Siapa yang Cocok untuk Day Trading?
Tidak semua investor cocok melakukan day trading. Sebelum memutuskan masuk ke bidang ini, tanyakan pada diri sendiri lima pertanyaan berikut:
1. Apakah Anda punya waktu luang? — Day trading membutuhkan pengawasan penuh terhadap pasar. Jika melewatkan waktu masuk atau keluar, bahkan satu detik saja bisa mempengaruhi keuntungan atau kerugian. Jika Anda pekerja kantoran yang tidak bisa fokus memantau pasar, risikonya akan meningkat secara signifikan.
2. Apakah Anda disiplin dalam eksekusi? — Yang paling ditakuti dalam day trading adalah “ragu-ragu” dan “mengandalkan keberuntungan”. Setelah menetapkan stop loss dan target profit, harus tegas menjalankannya. Jangan menunda karena merasa “masih ada peluang”.
3. Apakah mental Anda cukup kuat? — Dalam lingkungan yang serba cepat, ketakutan dan keserakahan adalah pembunuh utama. Jika dikuasai emosi, keputusan fatal bisa diambil.
4. Apakah Anda mampu melakukan analisis teknikal? — Day trading bukan mengandalkan keberuntungan, melainkan membutuhkan kemampuan membaca grafik intraday, hubungan volume dan harga, level support dan resistance, dan alat analisis lainnya. Pemula yang nekat mencoba tanpa pengetahuan akan hanya membuang modal sebagai biaya belajar.
5. Apakah modal Anda cukup? — Day trading adalah metode spekulatif yang mengandalkan modal kecil dan leverage tinggi. Jika modal minim, risiko kerugian besar sangat tinggi, dan satu kesalahan bisa menyebabkan margin call.
3. Apakah Day Trading Benar-Benar Menarik?
Day trading memang memiliki keunggulan, tetapi juga menyimpan risiko besar. Keduanya harus dipertimbangkan secara objektif.
Keunggulan:
Menghindari risiko overnight — Dengan menyelesaikan transaksi dalam hari, tidak memegang posisi semalaman, sehingga tidak perlu khawatir terhadap kejadian mendadak di pasar internasional (seperti konflik geopolitik, rilis data ekonomi penting) yang bisa menyebabkan gap di pembukaan pasar.
Meningkatkan perputaran modal — Bisa masuk dan keluar pasar berkali-kali dalam satu hari, berpotensi memperbesar keuntungan dan meningkatkan hasil per unit modal.
Leverage yang memperbesar keuntungan — Hanya dengan selisih harga, day trader bisa mengontrol posisi yang jauh lebih besar dari modal yang dimiliki. Tapi leverage adalah pedang bermata dua, memperbesar keuntungan sekaligus memperbesar risiko kerugian.
Biaya tersembunyi:
Biaya transaksi tidak bisa diabaikan — Meskipun pemerintah memberikan insentif pengurangan pajak transaksi (0.3% → 0.15%), frekuensi transaksi yang tinggi akan mengakumulasi biaya komisi dan pajak yang signifikan. Di pasar Taiwan, jika melakukan 5 transaksi per hari masing-masing 10 juta NTD, dengan keuntungan 0.5% per transaksi (500 NTD), setelah biaya bersih keuntungan bisa hanya 100-200 NTD; jika ada kerugian, keuntungan sebelumnya bisa langsung tertutup.
Tekanan psikologis dari keputusan cepat — Pasar Taiwan sering mengalami fluktuasi 1-2% dalam waktu singkat karena faktor asing, pengumuman industri, sentimen pasar, dll. Bagi day trader, pergerakan ini bisa menentukan menang atau kalah dalam hitungan menit. Ketegangan berkepanjangan bisa menyebabkan kesalahan analisis atau melewatkan peluang terbaik.
Risiko leverage yang diperbesar — Banyak day trader menggunakan margin (long) atau pinjaman saham (short) untuk meningkatkan daya guna. Jika pasar berbalik arah, kerugian juga akan membesar. Contohnya, dengan margin sekitar 50% (leverage 2x), membeli saham senilai 20 juta dengan modal 10 juta, jika harga turun 5%, kerugiannya sekitar 1 juta (10% dari modal). Jika pasar ekstrem dan posisi tidak bisa ditutup, bisa menghadapi margin call dari broker.
Kecanduan yang mudah terjadi — Feedback keuntungan cepat bisa membuat orang kecanduan trading jangka pendek, mengabaikan performa jangka panjang. Banyak trader yang awalnya coba-coba, lalu menjadi kecanduan, dan akhirnya kehilangan waktu, tenaga, serta modal karena kerugian beruntun.
4. Apakah Pasar AS Bisa Day Trading? Apa Bedanya dengan Taiwan?
Jawaban langsung: Pasar AS sepenuhnya bisa melakukan day trading, bahkan dalam beberapa aspek lebih fleksibel daripada Taiwan.
Namun, aturan dan biaya di kedua pasar berbeda jauh:
Perbedaan ambang modal
Pasar AS: Jika saldo di bawah 25.000 USD, maksimal 3 kali day trading dalam 5 hari kerja; jika sudah mencapai 25.000 USD, tidak ada batasan.
Pasar Taiwan: Tidak ada batasan untuk membeli lalu menjual; untuk menjual dulu baru membeli, harus membuka akun margin.
Jam perdagangan
Pasar AS: Senin-J Jumat, 09:30-16:00 waktu East Coast AS (21:30-04:00 WIB), ada juga pre-market dan after-hours.
Pasar Taiwan: Senin-J Jumat, 09:00-13:30, dan setelah jam pasar untuk trading saham pecahan.
Sistem penyelesaian
Pasar AS: T+1, penyelesaian lebih cepat
Pasar Taiwan: T+2, risiko lebih lama terbuka
Batas kenaikan dan penurunan
Pasar AS: Tidak ada batas
Pasar Taiwan: ±10%
Unit transaksi
Pasar AS: 1 saham sebagai unit dasar, sangat fleksibel
Pasar Taiwan: 1 lot (1.000 saham), lebih tinggi ambang masuk; setelah jam pasar bisa trading pecahan
Biaya transaksi
Pasar AS: Tidak ada pajak transaksi, hanya biaya broker dan biaya SEC/FINRA, jauh lebih murah
Pasar Taiwan: Pajak 0.15% + biaya broker, biaya lebih tinggi
Contoh biaya nyata
Misalnya beli 1.000 saham NVDA di harga $1.000:
Total transaksi = $1.000.000
Biaya broker: biasanya gratis (tanpa komisi)
Biaya SEC/FINRA: sekitar $0.145
Total biaya sangat kecil
Sebaliknya, di pasar Taiwan, biaya pajak saja bisa mencapai 90.000 NTD untuk transaksi sebesar itu, ditambah biaya lain, sehingga biaya total jauh lebih tinggi. Inilah salah satu alasan banyak trader beralih ke pasar AS untuk day trading.
5. Langkah-Langkah Lengkap Melakukan Day Trading
Meskipun terlihat simpel, untuk menghasilkan uang dari day trading perlu metode sistematis. Berikut tiga langkah utama:
Langkah 1: Memilih instrumen trading
Tidak semua saham cocok untuk day trading. Harus menyaring dari ribuan saham, fokus pada saham yang memiliki “popularitas” — likuiditas tinggi, volatilitas tinggi, volume transaksi besar.
Perhatikan berita — Berita dari media biasanya menarik perhatian trader, baik berita positif maupun negatif, bisa memperbesar fluktuasi harian dan menciptakan peluang.
Perhatikan laporan analisis dari institusi — Ketika analis atau institusi mengeluarkan laporan, biasanya menggerakkan arus dana besar. Tindakan mereka sering menjadi indikator tren jangka pendek.
Analisis data kuantitatif — Amati daftar saham yang sedang kuat, lemah, rotasi saham, dan volume transaksi. Perhatikan juga “lonjakan volume” (lebih dari 50% dari rata-rata 5-10 hari terakhir).
Langkah 2: Menentukan arah transaksi
Day trading bisa melakukan posisi long (beli lalu jual) maupun short (jual dulu lalu beli kembali). Tapi penentuan arah adalah kunci keberhasilan.
Pertimbangan saat long
Perhatikan sentimen pasar utama, jika pasar sedang melemah, saham cenderung ikut tertekan
Jika saham menunjukkan kekuatan lebih dari pasar, pertimbangkan untuk tetap hold
Gunakan grafik 5 menit (bukan harian), dan targetkan level resistance tertinggi sebagai target keluar
Pertimbangan saat short
Pasar harus menunjukkan sentimen bearish
Pilih saham yang terpengaruh berita negatif
Gunakan grafik 5 menit, jika indeks utama mencapai level terendah baru dan saham tertentu tidak turun setinggi indeks, itu sinyal untuk menutup posisi short
Langkah 3: Melaksanakan disiplin trading
Ini yang paling sering diabaikan, tetapi sangat penting.
Terapkan stop loss dan take profit ketat — Kebanyakan orang tidak mampu membeli di titik terendah dan menjual di titik tertinggi, jadi harus tetapkan level stop loss dan target profit. Biasanya, target profit sekitar 5%, stop loss 2-3%. Jangan menunggu sampai mendekati penutupan pasar, karena bisa gagal eksekusi dan menimbulkan risiko margin call atau terjebak di harga yang merugikan.
Pengelolaan modal — Meskipun transaksi dalam hari, posisi bisa terbawa semalam, jadi harus menyiapkan dana cukup. Jangan over-leverage.
Pengaturan mental — Mental terpenting dalam day trading adalah “tegas” dan “tidak serakah”. Masuk harus tegas, keluar juga harus tegas. Baik profit maupun rugi, harus belajar untuk segera keluar agar kerugian tidak membesar.
6. Perhitungan Biaya Transaksi Day Trading
Biaya utama adalah komisi broker dan pajak transaksi. Memahami struktur biaya penting untuk menentukan ambang profit.
Contoh biaya di pasar Taiwan
Misalnya beli 100 lot TSMC (2330) di harga 600 NTD:
Pajak transaksi (setengah dari 0.3%) = 60 juta × 0.0015 = 90.000 NTD
Total biaya sekitar 115.650 NTD
Ini berarti, untuk menutup biaya dan pajak, harga harus naik minimal sekitar 1.93% dari harga beli.
Contoh biaya di pasar AS
Misalnya beli 1.000 saham NVDA di harga $1.000:
Total transaksi = $1.000.000
Biaya broker: biasanya gratis (tanpa komisi)
Biaya SEC/FINRA: sekitar $0.000145 × 1.000 = $0.145
Total biaya kurang dari satu dolar
Ini menunjukkan mengapa banyak trader lebih memilih pasar AS untuk day trading.
7. Rekomendasi Instrumen Day Trading Tahun 2025
Memilih instrumen yang tepat dapat meningkatkan peluang keberhasilan. Berikut rekomendasi saham dengan volume harian tinggi dan likuiditas baik:
Saham Taiwan untuk day trading
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (2330), volume harian sekitar 30 miliar NTD, Kangtai (6919), sekitar 20 miliar NTD, Chuan Lake (2059), sekitar 9,8 miliar NTD, Innolux (3481), sekitar 19,7 miliar NTD, Creative Technology (3443), sekitar 31,9 miliar NTD, Zhen Ding Technology (4958), sekitar 16,3 miliar NTD, TECO Electric & Machinery (1504), sekitar 19 miliar NTD, Kwang Yu (2328), sekitar 27,7 miliar NTD, Solomon Systech (2359), sekitar 5,4 miliar NTD, Hon Hai (2317), sekitar 49,6 miliar NTD.
Saham AS untuk day trading
Amazon (AMZN), volume harian sekitar 41,3 juta saham, Tesla (TSLA), 98,2 juta saham, Microsoft (MSFT), 19,9 juta saham, Meta (META), 11,9 juta saham, NVIDIA (NVDA), 175 juta saham, AMD (AMD), 56,6 juta saham, Alphabet-Class C (GOOG), 24,4 juta saham, Exxon Mobil (XOM), 20,5 juta saham, Intel (INTC), 103,7 juta saham, Gilead Sciences (GILD), 75,3 juta saham.
8. Tips Praktis Day Trading
Karena cukup sulit, disarankan mulai dengan modal kecil untuk mengenal pasar. Setelah terbiasa, baru tingkatkan posisi secara bertahap. Poin penting:
Pilih waktu yang tepat — Waktu terbaik untuk day trading adalah saat pasar aktif dan volatil, biasanya saat pembukaan, penutupan, dan saat ada pengumuman berita penting.
Jangan serakah — Inti day trading adalah “cepat masuk dan keluar”. Jika target profit tercapai atau analisis salah, segera keluar. Menunggu keuntungan lebih besar sering berujung kerugian.
Manajemen risiko adalah kunci — Setiap transaksi harus punya level stop loss yang jelas. Jika terpicu, eksekusi harus dilakukan, walaupun rugi, untuk melindungi modal.
Pelajari kondisi pasar utama — Pergerakan saham sangat dipengaruhi pasar secara keseluruhan. Saat pasar sedang melemah, kurangi posisi; saat pasar menguat, bisa menambah posisi secara hati-hati.
9. Kesimpulan
Day trading adalah metode yang berisiko tinggi dan berpotensi menguntungkan. Keunggulannya adalah menghindari risiko overnight, meningkatkan perputaran modal, dan leverage yang memperbesar keuntungan. Risikonya meliputi biaya transaksi tinggi, tekanan keputusan cepat, risiko leverage, dan potensi kecanduan.
Jawaban atas pertanyaan “Bisakah melakukan day trading di pasar AS?” jelas: Bisa, bahkan lebih menguntungkan karena sistemnya yang lebih fleksibel dan biaya lebih rendah.
Tapi, apapun pasar yang dipilih, day trading bukanlah alat untuk mendapatkan keuntungan pasti tanpa risiko. Trader sukses harus punya waktu cukup, disiplin ketat, mental tenang, dan kemampuan analisis teknikal yang baik. Jika memenuhi syarat tersebut, day trading bisa menjadi alat untuk memperbesar keuntungan. Jika masih belajar, mulai dari modal kecil dan bangun sistem trading secara bertahap, bukan mengikuti arus tanpa persiapan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Perdagangan Intraday: Panduan Lengkap untuk Operasi Jangka Pendek di Pasar Taiwan dan AS
Apa impian para trader jangka pendek? Bukan memegang posisi dalam jangka panjang dan menunggu apresiasi nilai, melainkan menangkap fluktuasi pasar dalam satu hari untuk meraih selisih harga. Inilah yang disebut “day trading” — sebuah metode transaksi yang menyelesaikan pembelian dan penjualan dalam satu hari perdagangan yang sama.
Seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar, day trading telah menjadi pilihan banyak investor. Di pasar saham Taiwan, volume day trading sudah mencapai hampir 40%, sementara di pasar AS, karena menggunakan sistem T+0, investor dapat dengan fleksibel menyelesaikan transaksi dalam hari yang sama. Tapi pertanyaannya adalah: Bisakah melakukan day trading di pasar AS? Apa perbedaan antara day trading di pasar Taiwan dan AS? Bagaimana cara melakukan day trading secara aman?
1. Esensi dari Day Trading
Day trading tampak sederhana, tetapi sebenarnya adalah sebuah ilmu. Yang dimaksud “day trading” adalah menyelesaikan semua posisi sebelum pasar tutup — baik membeli lalu menjual (buy-day trade), maupun meminjam saham lalu membelinya kembali (sell-day trade), semuanya harus selesai dalam hari yang sama.
Di Taiwan, sejak Otoritas Pengawasan Keuangan membuka peluang untuk melakukan day trading pada tahun 2016, metode ini dengan cepat menyebar. Sebaliknya, di pasar AS, karena sistemnya mendukung penyelesaian T+0, day trading sudah menjadi norma, dengan fleksibilitas penggunaan dana yang lebih besar.
2. Siapa yang Cocok untuk Day Trading?
Tidak semua investor cocok melakukan day trading. Sebelum memutuskan masuk ke bidang ini, tanyakan pada diri sendiri lima pertanyaan berikut:
1. Apakah Anda punya waktu luang? — Day trading membutuhkan pengawasan penuh terhadap pasar. Jika melewatkan waktu masuk atau keluar, bahkan satu detik saja bisa mempengaruhi keuntungan atau kerugian. Jika Anda pekerja kantoran yang tidak bisa fokus memantau pasar, risikonya akan meningkat secara signifikan.
2. Apakah Anda disiplin dalam eksekusi? — Yang paling ditakuti dalam day trading adalah “ragu-ragu” dan “mengandalkan keberuntungan”. Setelah menetapkan stop loss dan target profit, harus tegas menjalankannya. Jangan menunda karena merasa “masih ada peluang”.
3. Apakah mental Anda cukup kuat? — Dalam lingkungan yang serba cepat, ketakutan dan keserakahan adalah pembunuh utama. Jika dikuasai emosi, keputusan fatal bisa diambil.
4. Apakah Anda mampu melakukan analisis teknikal? — Day trading bukan mengandalkan keberuntungan, melainkan membutuhkan kemampuan membaca grafik intraday, hubungan volume dan harga, level support dan resistance, dan alat analisis lainnya. Pemula yang nekat mencoba tanpa pengetahuan akan hanya membuang modal sebagai biaya belajar.
5. Apakah modal Anda cukup? — Day trading adalah metode spekulatif yang mengandalkan modal kecil dan leverage tinggi. Jika modal minim, risiko kerugian besar sangat tinggi, dan satu kesalahan bisa menyebabkan margin call.
3. Apakah Day Trading Benar-Benar Menarik?
Day trading memang memiliki keunggulan, tetapi juga menyimpan risiko besar. Keduanya harus dipertimbangkan secara objektif.
Keunggulan:
Menghindari risiko overnight — Dengan menyelesaikan transaksi dalam hari, tidak memegang posisi semalaman, sehingga tidak perlu khawatir terhadap kejadian mendadak di pasar internasional (seperti konflik geopolitik, rilis data ekonomi penting) yang bisa menyebabkan gap di pembukaan pasar.
Meningkatkan perputaran modal — Bisa masuk dan keluar pasar berkali-kali dalam satu hari, berpotensi memperbesar keuntungan dan meningkatkan hasil per unit modal.
Leverage yang memperbesar keuntungan — Hanya dengan selisih harga, day trader bisa mengontrol posisi yang jauh lebih besar dari modal yang dimiliki. Tapi leverage adalah pedang bermata dua, memperbesar keuntungan sekaligus memperbesar risiko kerugian.
Biaya tersembunyi:
Biaya transaksi tidak bisa diabaikan — Meskipun pemerintah memberikan insentif pengurangan pajak transaksi (0.3% → 0.15%), frekuensi transaksi yang tinggi akan mengakumulasi biaya komisi dan pajak yang signifikan. Di pasar Taiwan, jika melakukan 5 transaksi per hari masing-masing 10 juta NTD, dengan keuntungan 0.5% per transaksi (500 NTD), setelah biaya bersih keuntungan bisa hanya 100-200 NTD; jika ada kerugian, keuntungan sebelumnya bisa langsung tertutup.
Tekanan psikologis dari keputusan cepat — Pasar Taiwan sering mengalami fluktuasi 1-2% dalam waktu singkat karena faktor asing, pengumuman industri, sentimen pasar, dll. Bagi day trader, pergerakan ini bisa menentukan menang atau kalah dalam hitungan menit. Ketegangan berkepanjangan bisa menyebabkan kesalahan analisis atau melewatkan peluang terbaik.
Risiko leverage yang diperbesar — Banyak day trader menggunakan margin (long) atau pinjaman saham (short) untuk meningkatkan daya guna. Jika pasar berbalik arah, kerugian juga akan membesar. Contohnya, dengan margin sekitar 50% (leverage 2x), membeli saham senilai 20 juta dengan modal 10 juta, jika harga turun 5%, kerugiannya sekitar 1 juta (10% dari modal). Jika pasar ekstrem dan posisi tidak bisa ditutup, bisa menghadapi margin call dari broker.
Kecanduan yang mudah terjadi — Feedback keuntungan cepat bisa membuat orang kecanduan trading jangka pendek, mengabaikan performa jangka panjang. Banyak trader yang awalnya coba-coba, lalu menjadi kecanduan, dan akhirnya kehilangan waktu, tenaga, serta modal karena kerugian beruntun.
4. Apakah Pasar AS Bisa Day Trading? Apa Bedanya dengan Taiwan?
Jawaban langsung: Pasar AS sepenuhnya bisa melakukan day trading, bahkan dalam beberapa aspek lebih fleksibel daripada Taiwan.
Namun, aturan dan biaya di kedua pasar berbeda jauh:
Perbedaan ambang modal
Jam perdagangan
Sistem penyelesaian
Batas kenaikan dan penurunan
Unit transaksi
Biaya transaksi
Contoh biaya nyata Misalnya beli 1.000 saham NVDA di harga $1.000:
Sebaliknya, di pasar Taiwan, biaya pajak saja bisa mencapai 90.000 NTD untuk transaksi sebesar itu, ditambah biaya lain, sehingga biaya total jauh lebih tinggi. Inilah salah satu alasan banyak trader beralih ke pasar AS untuk day trading.
5. Langkah-Langkah Lengkap Melakukan Day Trading
Meskipun terlihat simpel, untuk menghasilkan uang dari day trading perlu metode sistematis. Berikut tiga langkah utama:
Langkah 1: Memilih instrumen trading
Tidak semua saham cocok untuk day trading. Harus menyaring dari ribuan saham, fokus pada saham yang memiliki “popularitas” — likuiditas tinggi, volatilitas tinggi, volume transaksi besar.
Perhatikan berita — Berita dari media biasanya menarik perhatian trader, baik berita positif maupun negatif, bisa memperbesar fluktuasi harian dan menciptakan peluang.
Perhatikan laporan analisis dari institusi — Ketika analis atau institusi mengeluarkan laporan, biasanya menggerakkan arus dana besar. Tindakan mereka sering menjadi indikator tren jangka pendek.
Analisis data kuantitatif — Amati daftar saham yang sedang kuat, lemah, rotasi saham, dan volume transaksi. Perhatikan juga “lonjakan volume” (lebih dari 50% dari rata-rata 5-10 hari terakhir).
Langkah 2: Menentukan arah transaksi
Day trading bisa melakukan posisi long (beli lalu jual) maupun short (jual dulu lalu beli kembali). Tapi penentuan arah adalah kunci keberhasilan.
Pertimbangan saat long
Pertimbangan saat short
Langkah 3: Melaksanakan disiplin trading
Ini yang paling sering diabaikan, tetapi sangat penting.
Terapkan stop loss dan take profit ketat — Kebanyakan orang tidak mampu membeli di titik terendah dan menjual di titik tertinggi, jadi harus tetapkan level stop loss dan target profit. Biasanya, target profit sekitar 5%, stop loss 2-3%. Jangan menunggu sampai mendekati penutupan pasar, karena bisa gagal eksekusi dan menimbulkan risiko margin call atau terjebak di harga yang merugikan.
Pengelolaan modal — Meskipun transaksi dalam hari, posisi bisa terbawa semalam, jadi harus menyiapkan dana cukup. Jangan over-leverage.
Pengaturan mental — Mental terpenting dalam day trading adalah “tegas” dan “tidak serakah”. Masuk harus tegas, keluar juga harus tegas. Baik profit maupun rugi, harus belajar untuk segera keluar agar kerugian tidak membesar.
6. Perhitungan Biaya Transaksi Day Trading
Biaya utama adalah komisi broker dan pajak transaksi. Memahami struktur biaya penting untuk menentukan ambang profit.
Contoh biaya di pasar Taiwan Misalnya beli 100 lot TSMC (2330) di harga 600 NTD:
Ini berarti, untuk menutup biaya dan pajak, harga harus naik minimal sekitar 1.93% dari harga beli.
Contoh biaya di pasar AS Misalnya beli 1.000 saham NVDA di harga $1.000:
Ini menunjukkan mengapa banyak trader lebih memilih pasar AS untuk day trading.
7. Rekomendasi Instrumen Day Trading Tahun 2025
Memilih instrumen yang tepat dapat meningkatkan peluang keberhasilan. Berikut rekomendasi saham dengan volume harian tinggi dan likuiditas baik:
Saham Taiwan untuk day trading Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (2330), volume harian sekitar 30 miliar NTD, Kangtai (6919), sekitar 20 miliar NTD, Chuan Lake (2059), sekitar 9,8 miliar NTD, Innolux (3481), sekitar 19,7 miliar NTD, Creative Technology (3443), sekitar 31,9 miliar NTD, Zhen Ding Technology (4958), sekitar 16,3 miliar NTD, TECO Electric & Machinery (1504), sekitar 19 miliar NTD, Kwang Yu (2328), sekitar 27,7 miliar NTD, Solomon Systech (2359), sekitar 5,4 miliar NTD, Hon Hai (2317), sekitar 49,6 miliar NTD.
Saham AS untuk day trading Amazon (AMZN), volume harian sekitar 41,3 juta saham, Tesla (TSLA), 98,2 juta saham, Microsoft (MSFT), 19,9 juta saham, Meta (META), 11,9 juta saham, NVIDIA (NVDA), 175 juta saham, AMD (AMD), 56,6 juta saham, Alphabet-Class C (GOOG), 24,4 juta saham, Exxon Mobil (XOM), 20,5 juta saham, Intel (INTC), 103,7 juta saham, Gilead Sciences (GILD), 75,3 juta saham.
8. Tips Praktis Day Trading
Karena cukup sulit, disarankan mulai dengan modal kecil untuk mengenal pasar. Setelah terbiasa, baru tingkatkan posisi secara bertahap. Poin penting:
Pilih waktu yang tepat — Waktu terbaik untuk day trading adalah saat pasar aktif dan volatil, biasanya saat pembukaan, penutupan, dan saat ada pengumuman berita penting.
Jangan serakah — Inti day trading adalah “cepat masuk dan keluar”. Jika target profit tercapai atau analisis salah, segera keluar. Menunggu keuntungan lebih besar sering berujung kerugian.
Manajemen risiko adalah kunci — Setiap transaksi harus punya level stop loss yang jelas. Jika terpicu, eksekusi harus dilakukan, walaupun rugi, untuk melindungi modal.
Pelajari kondisi pasar utama — Pergerakan saham sangat dipengaruhi pasar secara keseluruhan. Saat pasar sedang melemah, kurangi posisi; saat pasar menguat, bisa menambah posisi secara hati-hati.
9. Kesimpulan
Day trading adalah metode yang berisiko tinggi dan berpotensi menguntungkan. Keunggulannya adalah menghindari risiko overnight, meningkatkan perputaran modal, dan leverage yang memperbesar keuntungan. Risikonya meliputi biaya transaksi tinggi, tekanan keputusan cepat, risiko leverage, dan potensi kecanduan.
Jawaban atas pertanyaan “Bisakah melakukan day trading di pasar AS?” jelas: Bisa, bahkan lebih menguntungkan karena sistemnya yang lebih fleksibel dan biaya lebih rendah.
Tapi, apapun pasar yang dipilih, day trading bukanlah alat untuk mendapatkan keuntungan pasti tanpa risiko. Trader sukses harus punya waktu cukup, disiplin ketat, mental tenang, dan kemampuan analisis teknikal yang baik. Jika memenuhi syarat tersebut, day trading bisa menjadi alat untuk memperbesar keuntungan. Jika masih belajar, mulai dari modal kecil dan bangun sistem trading secara bertahap, bukan mengikuti arus tanpa persiapan.