Di pasar tradisional, pernah melihat seorang kakek, bisnisnya tampak biasa saja, tetapi dia tetap setia menjaga kios setiap hari. Ada yang penasaran bertanya kepadanya: “Usaha Anda juga tidak terlalu besar, mengapa harus repot-repot setiap hari?”
Kakek itu menjawab dengan satu kalimat yang menyadarkan orang: “Selama saya membuka kios di luar, menantu akan mengantar makan siang, dan istri akan menyiapkan semua makan malam. Kalau saya di rumah seharian, menantu akan berbagai macam tidak suka dengan saya, dan istri akan mengomel dari pagi sampai malam.”
Kata-kata ini terdengar sederhana, tetapi mengungkapkan banyak hal yang belum dipikirkan orang dengan matang.
Kebenaran tentang pekerjaan, bukan hanya untuk menghasilkan uang
Banyak orang mengira pekerjaan hanya untuk mendapatkan uang. Tetapi kakek itu menunjukkan dengan tindakan—pekerjaan juga merupakan sebuah “identitas”. Ketika Anda memiliki pekerjaan, Anda memiliki “status” dalam keluarga: Anda bukan hanya objek omelan istri, bukan hanya beban di mata menantu. Anda adalah orang yang berjuang di luar, orang yang layak diperhatikan dan dirawat.
Usia menengah, bentuk “perlindungan” tertinggi
Daripada mengatakan bahwa kakek sedang berbisnis, lebih tepat mengatakan dia menggunakan pekerjaan sederhana untuk menjaga posisi dan harga dirinya dalam keluarga. Ini lebih efektif daripada ceramah apa pun. Menantu akan secara sukarela mengantar makan, istri akan secara sukarela memasak, suasana keluarga pun menjadi lebih baik.
Ini bukan perhitungan, melainkan pemahaman paling hangat tentang sifat manusia.
Cara hidup kakek, patut dipelajari
Memilih di antara santai dan sibuk, kakek memilih yang kedua. Bukan untuk mendapatkan lebih banyak uang, tetapi agar dirinya tetap memiliki “nilai” di mata keluarga. Kebijaksanaan hidup seperti ini, lebih memuaskan daripada apapun yang disebut “sup ayam” yang menghilangkan dahaga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kunci kehidupan di kios sayur kakek: Lebih memahami hidup daripada sekadar menghasilkan uang
Di pasar tradisional, pernah melihat seorang kakek, bisnisnya tampak biasa saja, tetapi dia tetap setia menjaga kios setiap hari. Ada yang penasaran bertanya kepadanya: “Usaha Anda juga tidak terlalu besar, mengapa harus repot-repot setiap hari?”
Kakek itu menjawab dengan satu kalimat yang menyadarkan orang: “Selama saya membuka kios di luar, menantu akan mengantar makan siang, dan istri akan menyiapkan semua makan malam. Kalau saya di rumah seharian, menantu akan berbagai macam tidak suka dengan saya, dan istri akan mengomel dari pagi sampai malam.”
Kata-kata ini terdengar sederhana, tetapi mengungkapkan banyak hal yang belum dipikirkan orang dengan matang.
Kebenaran tentang pekerjaan, bukan hanya untuk menghasilkan uang
Banyak orang mengira pekerjaan hanya untuk mendapatkan uang. Tetapi kakek itu menunjukkan dengan tindakan—pekerjaan juga merupakan sebuah “identitas”. Ketika Anda memiliki pekerjaan, Anda memiliki “status” dalam keluarga: Anda bukan hanya objek omelan istri, bukan hanya beban di mata menantu. Anda adalah orang yang berjuang di luar, orang yang layak diperhatikan dan dirawat.
Usia menengah, bentuk “perlindungan” tertinggi
Daripada mengatakan bahwa kakek sedang berbisnis, lebih tepat mengatakan dia menggunakan pekerjaan sederhana untuk menjaga posisi dan harga dirinya dalam keluarga. Ini lebih efektif daripada ceramah apa pun. Menantu akan secara sukarela mengantar makan, istri akan secara sukarela memasak, suasana keluarga pun menjadi lebih baik.
Ini bukan perhitungan, melainkan pemahaman paling hangat tentang sifat manusia.
Cara hidup kakek, patut dipelajari
Memilih di antara santai dan sibuk, kakek memilih yang kedua. Bukan untuk mendapatkan lebih banyak uang, tetapi agar dirinya tetap memiliki “nilai” di mata keluarga. Kebijaksanaan hidup seperti ini, lebih memuaskan daripada apapun yang disebut “sup ayam” yang menghilangkan dahaga.