Nio menutup perdagangan pada hari Selasa dengan kenaikan yang signifikan sebesar 3,00%, membawa harga sahamnya menjadi $5,50 per lembar saham, karena produsen kendaraan listrik tersebut mendapat manfaat dari proyeksi penjualan kuartal keempat yang diperkuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Lonjakan ini memperpanjang reli lima hari perusahaan menjadi 10,00%, dengan volume perdagangan mencapai 77,5 juta lembar saham—sekitar 32% di atas rata-rata harian tiga bulan sebesar 52,4 juta lembar saham.
Dukungan Kebijakan Mendorong Optimisme Pasar
Katalis utama untuk pergerakan naik Nio berasal dari dua perkembangan. Pertama, otoritas Tiongkok mengumumkan perpanjangan program subsidi trade-in untuk kendaraan listrik, menawarkan konsumen hingga dua ribu delapan ratus lima puluh dolar dalam kredit untuk pembelian kendaraan baru yang memenuhi syarat. Langkah ini diharapkan dapat merangsang permintaan di pasar EV yang kompetitif di Tiongkok. Kedua, CEO William Li menyampaikan kepada media lokal bahwa proyeksi penjualan kendaraan kuartal keempat akan melebihi 30 miliar yuan—setara dengan sekitar $4,3 miliar—menandai pemulihan yang signifikan setelah kinerja pendapatan kuartal ketiga yang mengecewakan.
Konteks Pasar Lebih Luas dan Lanskap Kompetitif
Sementara Nio mengalami kenaikan, pasar ekuitas secara keseluruhan menunjukkan kelemahan yang moderat. S&P 500 turun 0,14% menjadi 6.896, dan Nasdaq Composite turun 0,24% menjadi 23.419. Di antara produsen mobil, kinerja berbeda secara mencolok. Tesla turun 1,13%, sementara Li Auto naik 0,64%. Divergensi ini mencerminkan perbandingan investor terhadap panduan kuartal keempat Nio yang diperkuat dengan kompetisi yang ketat di segmen kendaraan listrik premium.
Tantangan ke Depan
Meskipun prospek penjualan positif, Nio terus menghadapi tantangan rantai pasokan. Kekurangan semikonduktor tetap menjadi kendala yang berkelanjutan, terutama mempengaruhi jadwal pengiriman model SUV ES8 terbaru. Sejak penawaran umum perdana (IPO) pada 2018, saham Nio telah mengalami depresiasi sebesar 16%, menegaskan volatilitas yang dihadapi investor di sektor ini. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen pengiriman kuartal keempat sambil mengelola kelangkaan komponen kemungkinan akan menentukan apakah reli ini akan mempertahankan momentum menuju tahun baru.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Nio Melonjak karena Perkiraan Pengiriman Q4 yang Kuat dan Subsidi Kendaraan Listrik China yang Diperpanjang
Nio menutup perdagangan pada hari Selasa dengan kenaikan yang signifikan sebesar 3,00%, membawa harga sahamnya menjadi $5,50 per lembar saham, karena produsen kendaraan listrik tersebut mendapat manfaat dari proyeksi penjualan kuartal keempat yang diperkuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Lonjakan ini memperpanjang reli lima hari perusahaan menjadi 10,00%, dengan volume perdagangan mencapai 77,5 juta lembar saham—sekitar 32% di atas rata-rata harian tiga bulan sebesar 52,4 juta lembar saham.
Dukungan Kebijakan Mendorong Optimisme Pasar
Katalis utama untuk pergerakan naik Nio berasal dari dua perkembangan. Pertama, otoritas Tiongkok mengumumkan perpanjangan program subsidi trade-in untuk kendaraan listrik, menawarkan konsumen hingga dua ribu delapan ratus lima puluh dolar dalam kredit untuk pembelian kendaraan baru yang memenuhi syarat. Langkah ini diharapkan dapat merangsang permintaan di pasar EV yang kompetitif di Tiongkok. Kedua, CEO William Li menyampaikan kepada media lokal bahwa proyeksi penjualan kendaraan kuartal keempat akan melebihi 30 miliar yuan—setara dengan sekitar $4,3 miliar—menandai pemulihan yang signifikan setelah kinerja pendapatan kuartal ketiga yang mengecewakan.
Konteks Pasar Lebih Luas dan Lanskap Kompetitif
Sementara Nio mengalami kenaikan, pasar ekuitas secara keseluruhan menunjukkan kelemahan yang moderat. S&P 500 turun 0,14% menjadi 6.896, dan Nasdaq Composite turun 0,24% menjadi 23.419. Di antara produsen mobil, kinerja berbeda secara mencolok. Tesla turun 1,13%, sementara Li Auto naik 0,64%. Divergensi ini mencerminkan perbandingan investor terhadap panduan kuartal keempat Nio yang diperkuat dengan kompetisi yang ketat di segmen kendaraan listrik premium.
Tantangan ke Depan
Meskipun prospek penjualan positif, Nio terus menghadapi tantangan rantai pasokan. Kekurangan semikonduktor tetap menjadi kendala yang berkelanjutan, terutama mempengaruhi jadwal pengiriman model SUV ES8 terbaru. Sejak penawaran umum perdana (IPO) pada 2018, saham Nio telah mengalami depresiasi sebesar 16%, menegaskan volatilitas yang dihadapi investor di sektor ini. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen pengiriman kuartal keempat sambil mengelola kelangkaan komponen kemungkinan akan menentukan apakah reli ini akan mempertahankan momentum menuju tahun baru.