Banyak trader yang pernah mengalami dilema seperti ini—keuntungan yang diperoleh dengan susah payah hilang dalam satu operasi leverage. Hari ini saya ingin membahas logika di baliknya.
**Dimana akar penyebab kerugian yang sebenarnya**
Pertama, lihat datanya: ketika suatu mata uang mencapai puncak pencarian, dalam 7-30 hari berikutnya, tingkat pengembalian cenderung berbalik menjadi negatif. Apa yang terjadi di balik ini? Adalah emosi FOMO dari trader ritel yang dimanfaatkan secara tepat. Ada yang teriak-teriak di grup lalu langsung masuk, dan akhirnya mendapatkan pukulan terakhir. Saya tahu seseorang yang kehilangan 80% modal dalam satu minggu, pengalaman itu adalah pelajaran mendalam bagi siapa saja yang trading.
Dan leverage yang tinggi memperbesar semuanya ini. Leverage 10x hanya butuh penurunan 10% untuk langsung menjadi nol, dan gelombang penurunan besar pada Oktober 2025 lebih kejam lagi—164 juta orang kehilangan modal mereka karena posisi long dengan leverage berlebihan. Saya pernah melihat orang yang bermain leverage 100x selama 3 menit dengan santai, lalu langsung dilikuidasi. Leverage adalah pedang bermata dua, digunakan dengan benar adalah alat, salah digunakan adalah mesin pemotong daging.
Ada juga bentuk penipuan diri yang umum: bertahan dengan posisi rugi. Psikologi "refleksi sementara" dari "refleksi" sampai "peringatan likuidasi", akhirnya terpaksa dijual di harga terendah. Data menunjukkan, aset yang mengalami kerugian lebih dari 50% rata-rata membutuhkan waktu 120 hari untuk bisa pulih, tetapi sebagian besar orang tidak mampu bertahan sampai hari itu. Ini adalah contoh bias aversi kerugian yang sedang berperan.
**Aturan lebih berharga daripada keberuntungan**
Percaya pada "sinyal feeling" tidak sebanding dengan menetapkan disiplin trading yang sistematis. Fluktuasi pasar bersifat objektif, tetapi yang bisa dikendalikan adalah manajemen risiko sendiri—titik stop loss, ukuran posisi, dan faktor leverage harus memiliki aturan yang jelas, bukan berdasarkan impuls sesaat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
OnchainDetectiveBing
· 01-05 19:54
Leverage 100x selama 3 menit bikin puas, detik berikutnya langsung dilikuidasi haha... Inilah kita
Lihat AsliBalas0
LightningClicker
· 01-05 07:29
Pengguna leverage 100x yang bahagia dalam tiga menit, detik berikutnya menjadi pahlawan likuidasi... Sangat keras ucapannya
Lihat AsliBalas0
BearMarketSunriser
· 01-03 15:52
Leverage 100x, puas selama 3 menit lalu dilikuidasi haha, saya memang tipe orang seperti itu, benar-benar luar biasa
Lihat AsliBalas0
ChainChef
· 01-03 15:44
ngl, "100x untuk 3 menit lalu dilikuidasi" terasa berbeda... itu bukan perdagangan, itu hanya memesan hidangan yang salah dan bertanya-tanya mengapa kamu bangkrut lmao
Lihat AsliBalas0
New_Ser_Ngmi
· 01-03 15:41
Leverage 100x, puas selama 3 menit lalu dilikuidasi hahaha, inilah hari-hari trader web3, kan
Lihat AsliBalas0
PanicSeller69
· 01-03 15:34
Leverage 100x yang likuidasi dalam 3 menit benar-benar menyentuh saya, sangat nyata
Lihat AsliBalas0
ConsensusDissenter
· 01-03 15:33
Cerita tentang leverage 100x yang likuidasi dalam 3 menit sudah terlalu sering didengar, setiap kali ingin berkata "memang pantas" tapi juga merasa kasihan haha
Lihat AsliBalas0
TommyTeacher1
· 01-03 15:26
Leverage 100x, puas selama 3 menit lalu dilikuidasi haha, inilah operasi umum di dunia kripto
Banyak trader yang pernah mengalami dilema seperti ini—keuntungan yang diperoleh dengan susah payah hilang dalam satu operasi leverage. Hari ini saya ingin membahas logika di baliknya.
**Dimana akar penyebab kerugian yang sebenarnya**
Pertama, lihat datanya: ketika suatu mata uang mencapai puncak pencarian, dalam 7-30 hari berikutnya, tingkat pengembalian cenderung berbalik menjadi negatif. Apa yang terjadi di balik ini? Adalah emosi FOMO dari trader ritel yang dimanfaatkan secara tepat. Ada yang teriak-teriak di grup lalu langsung masuk, dan akhirnya mendapatkan pukulan terakhir. Saya tahu seseorang yang kehilangan 80% modal dalam satu minggu, pengalaman itu adalah pelajaran mendalam bagi siapa saja yang trading.
Dan leverage yang tinggi memperbesar semuanya ini. Leverage 10x hanya butuh penurunan 10% untuk langsung menjadi nol, dan gelombang penurunan besar pada Oktober 2025 lebih kejam lagi—164 juta orang kehilangan modal mereka karena posisi long dengan leverage berlebihan. Saya pernah melihat orang yang bermain leverage 100x selama 3 menit dengan santai, lalu langsung dilikuidasi. Leverage adalah pedang bermata dua, digunakan dengan benar adalah alat, salah digunakan adalah mesin pemotong daging.
Ada juga bentuk penipuan diri yang umum: bertahan dengan posisi rugi. Psikologi "refleksi sementara" dari "refleksi" sampai "peringatan likuidasi", akhirnya terpaksa dijual di harga terendah. Data menunjukkan, aset yang mengalami kerugian lebih dari 50% rata-rata membutuhkan waktu 120 hari untuk bisa pulih, tetapi sebagian besar orang tidak mampu bertahan sampai hari itu. Ini adalah contoh bias aversi kerugian yang sedang berperan.
**Aturan lebih berharga daripada keberuntungan**
Percaya pada "sinyal feeling" tidak sebanding dengan menetapkan disiplin trading yang sistematis. Fluktuasi pasar bersifat objektif, tetapi yang bisa dikendalikan adalah manajemen risiko sendiri—titik stop loss, ukuran posisi, dan faktor leverage harus memiliki aturan yang jelas, bukan berdasarkan impuls sesaat.