Awal tahun baru, dolar AS meskipun sedikit menguat, secara keseluruhan tetap dalam kondisi lemah. Pada tahun 2025, indeks dolar (DXY) turun sebesar 9,37%, mencatat kinerja terburuk sejak 2017.
Apa yang menekan dolar? Ada tiga kekuatan utama yang berperan. Pertama, ketidakpastian kebijakan tarif membuat pasar sedikit khawatir — para investor mulai menilai kembali daya tarik aset dolar. Kedua, sentimen safe haven mendorong meningkatnya minat terhadap diversifikasi portofolio, sehingga tidak lagi semua taruhan ditempatkan pada dolar. Selain itu, aktivitas perdagangan untuk mengurangi risiko depresiasi dolar menjadi aktif, semakin memperkuat tren melemahnya dolar.
Dari pasar valuta asing, tren melemahnya dolar terhadap sekeranjang mata uang berbasis perdagangan sangat jelas. Ini adalah sinyal bagi para pemegang aset dolar dan investor yang memperhatikan risiko nilai tukar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SwapWhisperer
· 6jam yang lalu
Dolar ini benar-benar gagal, pedang tarif ini menggantung di atas kepala, siapa yang berani melawan dolar
DXY turun seperti ini, terburuk sejak 2017... kita harus pertimbangkan untuk mengubah posisi
Sentimen perlindungan risiko meningkat, dolar tidak akan bertahan, konfigurasi multi-chain adalah jalan keluar
Tidak berani all in dolar lagi, terlalu berbahaya, ini adalah peringatan dari pasar
Dolar melemah = peluang datang? Atau jebakan? Mari lihat bagaimana cara bermainnya
Ketidakpastian tarif paling menyebalkan, dolar akan segera melemah
Lihat AsliBalas0
NotSatoshi
· 6jam yang lalu
Dollar ini benar-benar jatuh parah, kebijakan tarif yang begitu banyak variabel, siapa lagi yang berani bertahan dengan dolar?
---
Penurunan sebesar 9.37%, terburuk sejak 2017, kali ini benar-benar harus diversifikasi portofolio, all in satu aset sudah ketinggalan zaman
---
Sentimen perlindungan mulai muncul, daya tarik dolar menurun drastis, masih ada yang membeli dolar di saat seperti ini?
---
Ayo lakukan hedging, dolar makin menyakitkan, sepertinya perlu menyusun ulang strategi alokasi aset
---
Masalah tarif membuat orang cemas, daya tarik aset dolar tidak sebesar dulu, harus bagaimana nih?
---
Nilai tukar terhadap sekeranjang mata uang juga merosot, dolar benar-benar sudah tua, harus lihat apa lagi yang layak dipegang
---
Era diversifikasi portofolio telah datang, hanya mengandalkan dolar saja sudah tidak bisa lagi
Lihat AsliBalas0
SelfRugger
· 6jam yang lalu
Dolar begitu melemah, apakah saya masih bisa percaya pada USDT saya? Sungguh keterlaluan
Lihat AsliBalas0
GateUser-40edb63b
· 6jam yang lalu
Dollar ini memang benar-benar turun tajam, 9.37% langsung memecahkan rekor... Saya cuma mau tanya, bagaimana pendapat teman-teman yang masih bertahan dengan dolar sekarang
---
Masalah tarif memang bikin pusing, konfigurasi multi-chain adalah jalan keluar yang benar
---
Saat sentimen safe haven naik, semua orang langsung menyebar, hari-hari dominasi dolar benar-benar sudah berlalu
---
Tunggu dulu, apakah logika ini mengatakan bahwa dolar harus terus jatuh? Kalau begitu, saya harus pikirkan cara menyesuaikan posisi
---
DXY turun begitu tajam tapi hanya "sedikit rebound"? Bagaimana katanya, rebound cuma sebegitu?
---
Perdagangan lindung nilai yang begitu aktif menunjukkan bahwa dana besar sudah lama memandang negatif dolar, kita harus mengikuti irama
---
Teman-teman yang memegang aset dolar harus sadar, sinyal ini tidak boleh diabaikan
Awal tahun baru, dolar AS meskipun sedikit menguat, secara keseluruhan tetap dalam kondisi lemah. Pada tahun 2025, indeks dolar (DXY) turun sebesar 9,37%, mencatat kinerja terburuk sejak 2017.
Apa yang menekan dolar? Ada tiga kekuatan utama yang berperan. Pertama, ketidakpastian kebijakan tarif membuat pasar sedikit khawatir — para investor mulai menilai kembali daya tarik aset dolar. Kedua, sentimen safe haven mendorong meningkatnya minat terhadap diversifikasi portofolio, sehingga tidak lagi semua taruhan ditempatkan pada dolar. Selain itu, aktivitas perdagangan untuk mengurangi risiko depresiasi dolar menjadi aktif, semakin memperkuat tren melemahnya dolar.
Dari pasar valuta asing, tren melemahnya dolar terhadap sekeranjang mata uang berbasis perdagangan sangat jelas. Ini adalah sinyal bagi para pemegang aset dolar dan investor yang memperhatikan risiko nilai tukar.