Setiap akhir tahun, Anda akan lebih sering melihat gambar-gambar ini:
Tidak ada berita besar, BTC juga bisa tiba-tiba melonjak 1%~3%
Dekat dengan angka penting, sering terjadi “palsu tembus/palsu jatuh”
Di malam hari, akhir pekan, lebih mudah muncul “detik tarik, detik jatuh”
Satu jarum menyapu stop loss, harga kembali seperti tidak terjadi apa-apa
Ini bukan ilmu gaib, lebih karena struktur pasar menjadi lebih “rapuh” di akhir tahun. Anda bisa memahami akhir tahun BTC sebagai: jalur lebih sempit, kendaraan lebih sedikit, tapi rem lebih mendadak.
Berikut dengan “satu gambar + tiga kekuatan” menjelaskan: mengapa akhir tahun lebih mudah bergejolak, dan bagaimana orang biasa bisa mengurangi risiko tanpa memprediksi arah.
Satu gambar: tiga kekuatan volatilitas akhir tahun (logika inti)
Akhir tahun BTC lebih bergejolak
▲
│
┌────────────┼────────────┐
│ │ │
Likuiditas menipis Derivatif lebih sensitif Rebalancing dana / emosional yang diperbesar
(Jalur menjadi sempit) (Hedging lebih cepat) (Orang yang harus tutup posisi sedang tutup)
Anda hanya perlu ingat: pergerakan harga = kekuatan transaksi × kedalaman pasar.
Akhir tahun biasanya adalah “kekuatan transaksi tidak berubah bahkan lebih ekstrem, tapi kedalaman pasar menjadi lebih dangkal”, sehingga volatilitas menjadi lebih besar.
Likuiditas menipis: Pesanan yang sama, lebih mudah membuat “jarum”
1.1 Mengapa kedalaman pasar menipis di akhir tahun?
Efek liburan: Tim market maker, tim kuantitatif mengurangi risiko, sebagian strategi dihentikan atau dikurangi posisi
Transaksi sepi: Trader aktif berkurang, order di buku order lebih jarang
Pengendalian risiko lebih ketat: Exchange, market maker cenderung membatalkan order saat volatilitas, menghindari “dimakan”
Hasilnya: buku order lebih tipis, spread lebih besar, slippage lebih besar.
Anda mungkin tidak merasakan ini di pasangan utama, tapi di pasangan non-utama / stablecoin yang jarang diperdagangkan / altcoin kecil akan sangat terasa.
1.2 Fenomena khas apa yang muncul?
Jarum: Order pasar / posisi likuidasi menyapu buku order, harga transaksi sesaat menyimpang dari “harga nyata”
Palsu tembus: Baru saja tembus lalu kembali, karena order di atas zona tembus tidak cukup, tidak cukup menampung
Lebih ekstrem di malam hari: Pergantian sesi Asia/Europa/Amerika, waktu aktif rendah lebih mudah muncul jarum
Derivatif lebih sensitif: akhir tahun adalah musim “dorongan hedging”
Gejolak akhir tahun sering bukan karena “berita”, tapi karena struktur posisi: futures, perpetual, options semuanya memicu volatilitas jangka pendek.
2.1 Leverage dan likuidasi: mengapa lebih mudah terjadi chain reaction di akhir tahun?
Banyak orang suka “bercoba keberuntungan” di akhir tahun, leverage naik
Begitu volatilitas membesar, stop loss dan forced liquidation langsung memperbesar tekanan jual/beli
Yang Anda lihat sebagai “percepatan mendadak”, sering kali adalah: trigger → chain reaction → rebound / terus tekan
2.2 Kadaluarsa options dan “perebutan level penting”
Di akhir bulan, akhir kuartal, akhir tahun, sering muncul kadaluarsa options yang terkonsentrasi. Menjelang kadaluarsa:
Market maker melakukan hedging lebih sering (delta hedging)
Beberapa level strike dekat sering membentuk “magnet harga” (tarik ulur)
Begitu keluar dari zona magnet, bisa muncul “percepatan mendadak” (perubahan arah hedging)
Anda akan melihat gambar paling khas:
Di level angka bulat (misalnya 90k, 100k) tarik ulur, naik ke atas lalu kembali.
Rebalancing dana dan emosional yang diperbesar: akhir tahun adalah “musim tutup buku”
3.1 Apa yang dilakukan institusi / investor besar?
Akhir tahun adalah waktu “pengelolaan buku” yang khas:
Mengunci keuntungan: Setelah naik setahun, sebagian dana mengamankan laba
Mengurangi volatilitas: Hedge fund / manajer aset mengurangi risiko sebelum liburan
Rebalancing: Proporsi posisi menyimpang dari target (misalnya BTC naik terlalu banyak), akan dijual kembali ke proporsi target
Jenis transaksi ini biasanya bukan “berpikir bearish”, tapi “mengelola nilai bersih”
Tapi ini membawa konsekuensi: kenaikan lebih sulit berjalan mulus, koreksi lebih mudah muncul secara tiba-tiba.
3.2 Emosi dan kekosongan informasi: berita kecil lebih mudah diperbesar
Selama liburan, densitas informasi menurun, tapi emosi di media sosial lebih kuat. Jadi:
Berita kecil, screenshot, rumor lebih mudah memicu aksi beli/jual jangka pendek
Trader lebih mengandalkan “perasaan” dalam beroperasi
Volatilitas jangka pendek lebih sering, terutama di dekat level penting
Pisahkan “gejolak” menjadi 3 skenario yang bisa Anda pahami
Skenario A: Palsu tembus → Rebound cepat
Tembus level penting
Kurangnya penampungan + market maker membatalkan order
Kembali ke rentang, membersihkan trader yang ikut beli
Skenario B: Jarum → Menyapu stop loss / likuidasi → Segera pulih
Buku order tipis tersapu
Stop loss / forced liquidation terpenuhi
Arbitrase / penampungan menarik harga kembali (terlihat seperti “tidak terjadi apa-apa”)
Skenario C: Chain reaction → Mengikuti tren
Tembus memicu chain hedging / likuidasi
Volatilitas berubah menjadi “ikuti tren” dengan order mengikuti arah
Barulah dari sini bisa dari “gejolak” menjadi “tren”
Yang paling penting: bagaimana orang biasa menghadapinya (tanpa prediksi arah tetap bisa menang)
5.1 Daftar tindakan trading
Hindari pakai order pasar saat liburan / malam hari, utamakan limit order
Turunkan leverage satu tingkat: volatilitas akhir tahun adalah penguat, leverage adalah penguat dari penguat
Gunakan Mark/Index untuk trigger stop loss (jika platform mendukung), jangan pakai Last
Hindari posisi besar di pasangan yang kurang likuid: pasangan utama lebih stabil, altcoin lebih mudah bergejolak
Bagi masuk/keluar secara bertahap: jangan “sekali gas”, biarkan jarum acak tidak menyentuh Anda
Perhatikan 3 sinyal: kedalaman / spread (apakah likuiditas menurun)
Biaya dana dan posisi terbuka (apakah leverage terlalu panas)
Transaksi dekat level penting dan rebound (apakah di zona magnet)
5.2 Kesimpulan paling praktis
Akhir tahun BTC bukan lebih “sulit diprediksi”, tapi lebih “mudah diperbesar strukturnya”.
Daripada menebak arah, lebih baik sesuaikan posisi, leverage, dan trigger-nya.
Gejolak akhir tahun adalah gabungan dari tiga hal: likuiditas menipis, derivatif lebih sensitif, dana melakukan rebalancing akhir tahun.
Anda tidak perlu menebak apakah hari ini naik atau turun, Anda hanya perlu tahu: lebih mudah memberi Anda aksi palsu dan jarum.
Dengan mengelola risiko dengan baik, Anda bisa mengubah “gejolak” menjadi keunggulan, bukan kerugian.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa BTC lebih mudah "berkeliaran" di akhir tahun? Satu gambar menjelaskan tiga kekuatan (dan bagaimana Anda harus menanggapi)
Setiap akhir tahun, Anda akan lebih sering melihat gambar-gambar ini:
Tidak ada berita besar, BTC juga bisa tiba-tiba melonjak 1%~3% Dekat dengan angka penting, sering terjadi “palsu tembus/palsu jatuh” Di malam hari, akhir pekan, lebih mudah muncul “detik tarik, detik jatuh” Satu jarum menyapu stop loss, harga kembali seperti tidak terjadi apa-apa
Ini bukan ilmu gaib, lebih karena struktur pasar menjadi lebih “rapuh” di akhir tahun. Anda bisa memahami akhir tahun BTC sebagai: jalur lebih sempit, kendaraan lebih sedikit, tapi rem lebih mendadak.
Berikut dengan “satu gambar + tiga kekuatan” menjelaskan: mengapa akhir tahun lebih mudah bergejolak, dan bagaimana orang biasa bisa mengurangi risiko tanpa memprediksi arah.
Satu gambar: tiga kekuatan volatilitas akhir tahun (logika inti)
┌────────────┼────────────┐ │ │ │ Likuiditas menipis Derivatif lebih sensitif Rebalancing dana / emosional yang diperbesar (Jalur menjadi sempit) (Hedging lebih cepat) (Orang yang harus tutup posisi sedang tutup)
Anda hanya perlu ingat: pergerakan harga = kekuatan transaksi × kedalaman pasar. Akhir tahun biasanya adalah “kekuatan transaksi tidak berubah bahkan lebih ekstrem, tapi kedalaman pasar menjadi lebih dangkal”, sehingga volatilitas menjadi lebih besar.
1.1 Mengapa kedalaman pasar menipis di akhir tahun?
Efek liburan: Tim market maker, tim kuantitatif mengurangi risiko, sebagian strategi dihentikan atau dikurangi posisi Transaksi sepi: Trader aktif berkurang, order di buku order lebih jarang Pengendalian risiko lebih ketat: Exchange, market maker cenderung membatalkan order saat volatilitas, menghindari “dimakan”
Hasilnya: buku order lebih tipis, spread lebih besar, slippage lebih besar. Anda mungkin tidak merasakan ini di pasangan utama, tapi di pasangan non-utama / stablecoin yang jarang diperdagangkan / altcoin kecil akan sangat terasa.
1.2 Fenomena khas apa yang muncul?
Jarum: Order pasar / posisi likuidasi menyapu buku order, harga transaksi sesaat menyimpang dari “harga nyata” Palsu tembus: Baru saja tembus lalu kembali, karena order di atas zona tembus tidak cukup, tidak cukup menampung Lebih ekstrem di malam hari: Pergantian sesi Asia/Europa/Amerika, waktu aktif rendah lebih mudah muncul jarum
Gejolak akhir tahun sering bukan karena “berita”, tapi karena struktur posisi: futures, perpetual, options semuanya memicu volatilitas jangka pendek.
2.1 Leverage dan likuidasi: mengapa lebih mudah terjadi chain reaction di akhir tahun?
Banyak orang suka “bercoba keberuntungan” di akhir tahun, leverage naik Begitu volatilitas membesar, stop loss dan forced liquidation langsung memperbesar tekanan jual/beli Yang Anda lihat sebagai “percepatan mendadak”, sering kali adalah: trigger → chain reaction → rebound / terus tekan
2.2 Kadaluarsa options dan “perebutan level penting”
Di akhir bulan, akhir kuartal, akhir tahun, sering muncul kadaluarsa options yang terkonsentrasi. Menjelang kadaluarsa:
Market maker melakukan hedging lebih sering (delta hedging) Beberapa level strike dekat sering membentuk “magnet harga” (tarik ulur) Begitu keluar dari zona magnet, bisa muncul “percepatan mendadak” (perubahan arah hedging)
Anda akan melihat gambar paling khas: Di level angka bulat (misalnya 90k, 100k) tarik ulur, naik ke atas lalu kembali.
3.1 Apa yang dilakukan institusi / investor besar?
Akhir tahun adalah waktu “pengelolaan buku” yang khas:
Mengunci keuntungan: Setelah naik setahun, sebagian dana mengamankan laba Mengurangi volatilitas: Hedge fund / manajer aset mengurangi risiko sebelum liburan Rebalancing: Proporsi posisi menyimpang dari target (misalnya BTC naik terlalu banyak), akan dijual kembali ke proporsi target
Jenis transaksi ini biasanya bukan “berpikir bearish”, tapi “mengelola nilai bersih” Tapi ini membawa konsekuensi: kenaikan lebih sulit berjalan mulus, koreksi lebih mudah muncul secara tiba-tiba.
3.2 Emosi dan kekosongan informasi: berita kecil lebih mudah diperbesar
Selama liburan, densitas informasi menurun, tapi emosi di media sosial lebih kuat. Jadi:
Berita kecil, screenshot, rumor lebih mudah memicu aksi beli/jual jangka pendek Trader lebih mengandalkan “perasaan” dalam beroperasi Volatilitas jangka pendek lebih sering, terutama di dekat level penting
Skenario A: Palsu tembus → Rebound cepat
Tembus level penting Kurangnya penampungan + market maker membatalkan order Kembali ke rentang, membersihkan trader yang ikut beli
Skenario B: Jarum → Menyapu stop loss / likuidasi → Segera pulih
Buku order tipis tersapu Stop loss / forced liquidation terpenuhi Arbitrase / penampungan menarik harga kembali (terlihat seperti “tidak terjadi apa-apa”)
Skenario C: Chain reaction → Mengikuti tren
Tembus memicu chain hedging / likuidasi Volatilitas berubah menjadi “ikuti tren” dengan order mengikuti arah Barulah dari sini bisa dari “gejolak” menjadi “tren”
5.1 Daftar tindakan trading
Hindari pakai order pasar saat liburan / malam hari, utamakan limit order Turunkan leverage satu tingkat: volatilitas akhir tahun adalah penguat, leverage adalah penguat dari penguat Gunakan Mark/Index untuk trigger stop loss (jika platform mendukung), jangan pakai Last Hindari posisi besar di pasangan yang kurang likuid: pasangan utama lebih stabil, altcoin lebih mudah bergejolak Bagi masuk/keluar secara bertahap: jangan “sekali gas”, biarkan jarum acak tidak menyentuh Anda Perhatikan 3 sinyal: kedalaman / spread (apakah likuiditas menurun) Biaya dana dan posisi terbuka (apakah leverage terlalu panas) Transaksi dekat level penting dan rebound (apakah di zona magnet)
5.2 Kesimpulan paling praktis
Akhir tahun BTC bukan lebih “sulit diprediksi”, tapi lebih “mudah diperbesar strukturnya”. Daripada menebak arah, lebih baik sesuaikan posisi, leverage, dan trigger-nya. Gejolak akhir tahun adalah gabungan dari tiga hal: likuiditas menipis, derivatif lebih sensitif, dana melakukan rebalancing akhir tahun. Anda tidak perlu menebak apakah hari ini naik atau turun, Anda hanya perlu tahu: lebih mudah memberi Anda aksi palsu dan jarum. Dengan mengelola risiko dengan baik, Anda bisa mengubah “gejolak” menjadi keunggulan, bukan kerugian.