Malam tadi / hari ini, Anda mungkin melihat tangkapan layar yang menunjukkan “BTC jatuh ke 2.4 juta”: sebuah jarum langsung menusuk ke lantai, detik berikutnya kembali ke atas 8 juta.
Pertama-tama, mari kita letakkan kesimpulan di depan: ini bukanlah kejatuhan seluruh pasar Bitcoin, melainkan munculnya “flash wick” ekstrem pada pasangan trading yang relatif kurang populer di Binance, BTC/USD1. Ini lebih mirip sebuah insiden likuiditas — tetapi bagi sebagian trader, tetap bisa menjadi insiden “kerugian nyata”.
Dalam edisi ini, kita akan membahasnya secara mendalam: mengapa harga 2.4 juta bisa muncul secara tidak masuk akal? Mengapa hanya terjadi pada BTC/USD1? Siapa yang akan terluka? Bagaimana orang biasa bisa melindungi diri?
1)Pertama, pahami: mengapa “harga” yang Anda lihat tidak sama dengan harga pasar secara keseluruhan?
K-line di software pasar biasanya menampilkan harga terakhir transaksi (Last Price).
Sedangkan “harga pasar seluruhnya” lebih mendekati:
Penawaran gabungan dari pasangan utama (BTC/USDT, BTC/USDC, dll)
Atau harga indeks / harga penanda internal bursa untuk pengendalian risiko (Index / Mark Price)
Jadi, muncul fenomena umum:
Sebuah pasangan trading “harga terakhir”nya sempat menyentuh sangat rendah (membentuk ekor bawah yang panjang), tetapi pasar secara keseluruhan tidak ikut turun.
Ciri utama dari “flash wick” kali ini adalah:
Terjadi pada BTC/USD1
Durasi sangat singkat (detik)
Pasangan utama tidak mengalami penurunan yang sama besar secara bersamaan
2)Apa itu USD1? Mengapa pasangan tradingnya lebih rentan “mengalami gangguan”?
USD1 adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS (target 1:1), termasuk dalam ekosistem stablecoin yang relatif “baru”.
Poin pentingnya: pasangan spot stablecoin baru ini biasanya memiliki market maker yang lebih sedikit, order book yang lebih tipis, dan spread yang lebih besar.
Bayangkan seperti ini:
BTC/USDT adalah “jalan tol”
BTC/USD1 mungkin masih dalam “masa pembangunan jalan”, dengan sedikit kendaraan, jalur sempit, dan pagar pengaman yang belum lengkap
Dalam kondisi ini, sebuah order pasar / posisi likuidasi yang tampaknya kecil bisa “menembus” order book, harga transaksi bisa sementara meloncat ke posisi ekstrem.
3)Mekanisme paling mungkin: order tipis + order pasar / likuidasi = “terpeleset”
Menggunakan ilustrasi “order book” secara langsung:
Langkah pertama: order book sangat tipis (kedalaman tidak cukup)
Buy order BTC/USD1 mungkin tersebar seperti ini (contoh):
87.500: beli 0.3 BTC
87.000: beli 0.5 BTC
86.000: beli 0.8 BTC
…… (order beli di tengah jarang)
30.000: beli 0.01 BTC
24.000: beli 0.02 BTC (ada yang pasang “order jaga” yang tidak masuk akal)
Saat pasar normal, order “jaga” di kedalaman ini biasanya tidak akan tersentuh.
Langkah kedua: muncul order “harus dijual segera”
Bisa berasal dari tiga sumber (tidak saling eksklusif):
Order jual pasar besar (karena kesalahan klik, strategi yang salah, robot yang error)
Order stop-loss yang terpicu (reaksi berantai)
Posisi leverage yang dilikuidasi (biasanya lebih “panik”)
Ciri umum dari order ini: tidak peduli harga, yang penting langsung terisi.
Langkah ketiga: menembus buy wall, harga transaksi melompat “langsung ke bawah”
Jika volume order jual lebih besar dari total order beli di level-level atas, maka order jual akan menyapu bersih satu per satu.
Jika order beli di tengah jarang, akan muncul kondisi “harga transaksi langsung melompat ke level yang jauh di bawah” — sehingga Anda melihat harga seperti $24,111 yang tidak masuk akal.
Langkah keempat: robot arbitrase / market maker menarik harga kembali ke “zona nyata”
Begitu terjadi deviasi ekstrem, para arbitrage akan cepat masuk:
Membeli BTC di BTC/USD1 dengan harga rendah
Menjual atau melakukan hedge di pasar yang lebih dalam seperti BTC/USDT
Sampai selisih harga kembali normal
Jadi, Anda akan melihat: flash wick terjadi sangat cepat, dan juga cepat diperbaiki.
4)Mengapa hanya di BTC/USD1? Kuncinya ada di “kondisi jalan” bukan “arah pasar”
Anda bisa menganggap kejadian ini sebagai “kerusakan lokal di jalan”, bukan “penurunan seluruh bumi”.
Begitu juga order jual yang sama, jika dipasang di BTC/USDT:
Kedalaman pasar tebal, buy wall padat
Banyak market maker, spread kecil
Harga transaksi paling hanya sedikit bergeser
Tapi jika dipasang di BTC/USD1:
Kedalaman tipis, buy wall jarang
Market maker sedikit, bisa menarik order saat volatilitas
Menembus langsung ke kedalaman yang jauh
Ini juga menjelaskan mengapa banyak “flash crash” lebih sering terjadi di:
Pasangan trading baru
Stablecoin yang kurang populer
Pasangan mata uang non-utama
Saat libur / larut malam / waktu likuiditas rendah
5)Siapa yang benar-benar terluka? “Melihat flash wick” tidak sama dengan “mendapatkan harga murah”
Kejadian seperti ini paling kejam karena:
Mungkin hanya terjadi transaksi volume kecil, tetapi bagi orang tertentu, bisa menyebabkan kerugian nyata.
Tiga kategori yang paling rentan:
Orang yang leverage long di BTC/USD1 — likuidasi terjadi tanpa peduli apakah Anda merasa dirugikan, begitu harga menembus, posisi bisa langsung dilikuidasi
Orang yang stop-loss / take-profit yang terikat pada Last Price — saat flash wick, stop-loss bisa terpicu, jual pasar di posisi buruk
Orang yang menggunakan robot untuk otomatis mencari harga terbaik tapi salah memilih pasangan yang kurang likuid — mengira “lebih murah”, padahal sebenarnya transaksi di order book yang lebih tipis
Adapun “beruntung mendapatkan BTC 2.4 juta”:
Secara teori ada, tapi biasanya harus memenuhi syarat ini sekaligus — Anda pasang order beli di harga rendah + terjadi flash wick yang menyentuh level Anda + sistem tidak membatalkan / rollback karena risiko, dan Anda bisa segera melakukan hedge / jual. Dalam kenyataannya, ini jarang terjadi.
6)Bagaimana orang biasa bisa melindungi diri? Berikut daftar “jangan terluka saat flash crash”
6.1 Jangan leverage di pasangan yang kurang populer
Kalau Anda leverage atau trading volume besar, sebaiknya pilih:
Pasangan utama yang lebih dalam seperti BTC/USDT, BTC/USDC
Pasangan stablecoin yang kurang populer cocok untuk “coba-coba kecil”, bukan untuk “posisi besar dengan leverage tinggi”.
6.2 Hindari order pasar jika bisa
Saat likuiditas tipis (larut malam, hari libur), hindari order pasar.
Gunakan limit order, berikan ruang dan sabar menunggu.
6.3 Pilih harga trigger stop-loss yang “berdasarkan Mark/Index Price” (jika platform mendukung)
Banyak bursa menyediakan:
Harga trigger: Last / Mark / Index
Sebaiknya gunakan Mark/Index untuk risiko trigger, agar tidak terpengaruh oleh “harga transaksi terakhir saat flash wick”.
6.4 Cek order book sebelum trading
Bahkan jika Anda tidak paham kedalaman pasar, bisa lihat tiga indikator ini:
Spread besar tidaknya
Jumlah order di level-level atas
Volume transaksi terbaru aktif atau tidak
Kalau spread besar, order jarang, volume rendah — jangan lakukan aksi besar di pasangan ini.
6.5 Manajemen dana: jangan biarkan “insiden di satu pasangan” menghancurkan seluruh tahun Anda
Anggap ini sebagai pengingat:
Pasar crypto bukan hanya risiko tren, tetapi juga “risiko struktur pasar”.
Penutup: Makna sebenarnya dari flash wick ini
Kejadian BTC/USD1 “2.4 juta flash wick” ini lebih mirip sebuah peristiwa struktur mikro yang khas:
Dalam pasangan tertentu, waktu tertentu, kondisi kedalaman tertentu, sebuah order yang dipaksa transaksi menembus order book.
Ini tidak berarti Bitcoin akan nol, tetapi mengingatkan Anda akan satu hal yang lebih penting:
Di pasar crypto, yang menentukan keuntungan dan kerugian Anda terkadang bukan tren, melainkan pilihan “jalan” mana yang Anda pakai saat berkendara.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Binance BTC/USD1 Flash crash ke $24.000 dan kembali dalam hitungan detik: sebenarnya apa yang terjadi?
Malam tadi / hari ini, Anda mungkin melihat tangkapan layar yang menunjukkan “BTC jatuh ke 2.4 juta”: sebuah jarum langsung menusuk ke lantai, detik berikutnya kembali ke atas 8 juta. Pertama-tama, mari kita letakkan kesimpulan di depan: ini bukanlah kejatuhan seluruh pasar Bitcoin, melainkan munculnya “flash wick” ekstrem pada pasangan trading yang relatif kurang populer di Binance, BTC/USD1. Ini lebih mirip sebuah insiden likuiditas — tetapi bagi sebagian trader, tetap bisa menjadi insiden “kerugian nyata”.
Dalam edisi ini, kita akan membahasnya secara mendalam: mengapa harga 2.4 juta bisa muncul secara tidak masuk akal? Mengapa hanya terjadi pada BTC/USD1? Siapa yang akan terluka? Bagaimana orang biasa bisa melindungi diri?
1)Pertama, pahami: mengapa “harga” yang Anda lihat tidak sama dengan harga pasar secara keseluruhan?
K-line di software pasar biasanya menampilkan harga terakhir transaksi (Last Price). Sedangkan “harga pasar seluruhnya” lebih mendekati:
Jadi, muncul fenomena umum: Sebuah pasangan trading “harga terakhir”nya sempat menyentuh sangat rendah (membentuk ekor bawah yang panjang), tetapi pasar secara keseluruhan tidak ikut turun.
Ciri utama dari “flash wick” kali ini adalah:
Terjadi pada BTC/USD1 Durasi sangat singkat (detik) Pasangan utama tidak mengalami penurunan yang sama besar secara bersamaan
2)Apa itu USD1? Mengapa pasangan tradingnya lebih rentan “mengalami gangguan”?
USD1 adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS (target 1:1), termasuk dalam ekosistem stablecoin yang relatif “baru”. Poin pentingnya: pasangan spot stablecoin baru ini biasanya memiliki market maker yang lebih sedikit, order book yang lebih tipis, dan spread yang lebih besar.
Bayangkan seperti ini:
BTC/USDT adalah “jalan tol” BTC/USD1 mungkin masih dalam “masa pembangunan jalan”, dengan sedikit kendaraan, jalur sempit, dan pagar pengaman yang belum lengkap
Dalam kondisi ini, sebuah order pasar / posisi likuidasi yang tampaknya kecil bisa “menembus” order book, harga transaksi bisa sementara meloncat ke posisi ekstrem.
3)Mekanisme paling mungkin: order tipis + order pasar / likuidasi = “terpeleset”
Menggunakan ilustrasi “order book” secara langsung:
Langkah pertama: order book sangat tipis (kedalaman tidak cukup)
Buy order BTC/USD1 mungkin tersebar seperti ini (contoh):
87.500: beli 0.3 BTC 87.000: beli 0.5 BTC 86.000: beli 0.8 BTC …… (order beli di tengah jarang) 30.000: beli 0.01 BTC 24.000: beli 0.02 BTC (ada yang pasang “order jaga” yang tidak masuk akal)
Saat pasar normal, order “jaga” di kedalaman ini biasanya tidak akan tersentuh.
Langkah kedua: muncul order “harus dijual segera”
Bisa berasal dari tiga sumber (tidak saling eksklusif):
Ciri umum dari order ini: tidak peduli harga, yang penting langsung terisi.
Langkah ketiga: menembus buy wall, harga transaksi melompat “langsung ke bawah”
Jika volume order jual lebih besar dari total order beli di level-level atas, maka order jual akan menyapu bersih satu per satu. Jika order beli di tengah jarang, akan muncul kondisi “harga transaksi langsung melompat ke level yang jauh di bawah” — sehingga Anda melihat harga seperti $24,111 yang tidak masuk akal.
Langkah keempat: robot arbitrase / market maker menarik harga kembali ke “zona nyata”
Begitu terjadi deviasi ekstrem, para arbitrage akan cepat masuk:
Jadi, Anda akan melihat: flash wick terjadi sangat cepat, dan juga cepat diperbaiki.
4)Mengapa hanya di BTC/USD1? Kuncinya ada di “kondisi jalan” bukan “arah pasar”
Anda bisa menganggap kejadian ini sebagai “kerusakan lokal di jalan”, bukan “penurunan seluruh bumi”.
Begitu juga order jual yang sama, jika dipasang di BTC/USDT:
Tapi jika dipasang di BTC/USD1:
Ini juga menjelaskan mengapa banyak “flash crash” lebih sering terjadi di:
5)Siapa yang benar-benar terluka? “Melihat flash wick” tidak sama dengan “mendapatkan harga murah”
Kejadian seperti ini paling kejam karena: Mungkin hanya terjadi transaksi volume kecil, tetapi bagi orang tertentu, bisa menyebabkan kerugian nyata.
Tiga kategori yang paling rentan:
Adapun “beruntung mendapatkan BTC 2.4 juta”: Secara teori ada, tapi biasanya harus memenuhi syarat ini sekaligus — Anda pasang order beli di harga rendah + terjadi flash wick yang menyentuh level Anda + sistem tidak membatalkan / rollback karena risiko, dan Anda bisa segera melakukan hedge / jual. Dalam kenyataannya, ini jarang terjadi.
6)Bagaimana orang biasa bisa melindungi diri? Berikut daftar “jangan terluka saat flash crash”
6.1 Jangan leverage di pasangan yang kurang populer
Kalau Anda leverage atau trading volume besar, sebaiknya pilih:
Pasangan utama yang lebih dalam seperti BTC/USDT, BTC/USDC Pasangan stablecoin yang kurang populer cocok untuk “coba-coba kecil”, bukan untuk “posisi besar dengan leverage tinggi”.
6.2 Hindari order pasar jika bisa
Saat likuiditas tipis (larut malam, hari libur), hindari order pasar. Gunakan limit order, berikan ruang dan sabar menunggu.
6.3 Pilih harga trigger stop-loss yang “berdasarkan Mark/Index Price” (jika platform mendukung)
Banyak bursa menyediakan:
6.4 Cek order book sebelum trading
Bahkan jika Anda tidak paham kedalaman pasar, bisa lihat tiga indikator ini:
6.5 Manajemen dana: jangan biarkan “insiden di satu pasangan” menghancurkan seluruh tahun Anda
Anggap ini sebagai pengingat: Pasar crypto bukan hanya risiko tren, tetapi juga “risiko struktur pasar”.
Penutup: Makna sebenarnya dari flash wick ini
Kejadian BTC/USD1 “2.4 juta flash wick” ini lebih mirip sebuah peristiwa struktur mikro yang khas: Dalam pasangan tertentu, waktu tertentu, kondisi kedalaman tertentu, sebuah order yang dipaksa transaksi menembus order book.
Ini tidak berarti Bitcoin akan nol, tetapi mengingatkan Anda akan satu hal yang lebih penting:
Di pasar crypto, yang menentukan keuntungan dan kerugian Anda terkadang bukan tren, melainkan pilihan “jalan” mana yang Anda pakai saat berkendara.