JPMorgan Bergerak untuk Menerima Bitcoin, Ether sebagai Jaminan Pinjaman

BTC2,83%
ETH2,24%
  • JPMorgan memungkinkan klien menggunakan Bitcoin dan Ethereum sebagai jaminan, dengan menggunakan kustodian pihak ketiga untuk mengelola risiko eksposur.

  • Langkah ini memperluas kebijakan jaminan ETF sebelumnya, mengintegrasikan kripto ke dalam pinjaman bersama aset tradisional seperti obligasi.

  • Bank harus menangani risiko volatilitas dengan penetapan harga secara real-time, margin dinamis, dan kerangka kustodian yang lebih kuat.

JPMorgan Chase kini memungkinkan klien institusional menggunakan Bitcoin dan Ethereum sebagai jaminan untuk pinjaman dolar AS, menurut laporan Bloomberg yang dirilis sebelum pembukaan pasar hari Jumat. Langkah ini menguraikan rencana bank untuk memperluas integrasi kripto ke dalam sistem kreditnya pada akhir 2025, dengan menggunakan kustodian pihak ketiga untuk mengelola risiko dan kustodi.

Bagaimana Model Jaminan Akan Berfungsi

Menurut laporan tersebut, JPMorgan tidak akan secara langsung memegang aset digital yang terkait dengan pinjaman ini. Sebaliknya, kustodian yang disetujui akan mengamankan Bitcoin dan Ethereum yang dijaminkan atas nama klien. Struktur ini memungkinkan bank mengelola eksposur kredit sambil menghindari risiko kustodi langsung.

Klien dilaporkan akan menggunakan kepemilikan kripto mereka untuk mengamankan garis kredit atau pinjaman terstruktur. Yang menarik, pengaturan ini mencerminkan kerangka jaminan tradisional yang digunakan untuk ekuitas atau obligasi. Namun, keberadaan aset digital memperkenalkan pertimbangan operasional baru, terutama mengingat volatilitas harga mereka.

Pada bulan Juni lalu, JPMorgan sudah mengizinkan dana perdagangan bursa kripto sebagai jaminan. Langkah terbaru ini memperluas kebijakan tersebut ke aset dasar itu sendiri.

Perpindahan Menuju Keuangan Berbasis Kripto

Perkembangan ini mengikuti pergeseran yang lebih luas di antara bank-bank besar AS menuju integrasi aset digital. Pendekatan JPMorgan menempatkan Bitcoin dan Ethereum bersama jenis jaminan tradisional seperti Surat Utang Pemerintah dan emas, meskipun dengan risiko yang lebih tinggi.

Samuel Patt, salah satu pendiri OP_NET, menyebut bahwa langkah ini mencerminkan perubahan prioritas institusional. Namun, dia menyoroti bahwa aset kripto memperkenalkan tantangan volatilitas dan likuiditas secara waktu nyata yang berbeda dari instrumen konvensional.

Dia menambahkan bahwa tim risiko kini harus memodelkan fluktuasi harga intraday dan menilai keandalan kustodian secara terus-menerus. Akibatnya, bank mungkin perlu kerangka kerja baru, termasuk margin dinamis dan aliran data waktu nyata.

Keselarasan Industri yang Lebih Luas Muncul

Sementara itu, institusi keuangan lain juga memperluas layanan kripto mereka. BNY Mellon bekerja sama dengan Goldman Sachs pada Juli tahun lalu untuk meluncurkan produk pasar uang tokenisasi. Inisiatif ini dibangun di atas infrastruktur kustodian yang sudah ada.

Demikian pula, Morgan Stanley baru-baru ini mengonfirmasi rencana untuk memungkinkan perdagangan kripto bagi klien ritel melalui platform E-Trade mereka. Bank ini juga memperluas akses ke dana kripto di berbagai jenis akun.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana keuangan tradisional terus mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem yang ada, terutama dalam pinjaman dan pengelolaan aset.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

BTC menembus 73000 USDT, kenaikan 2.6% dalam 24 jam

Berita Gate, 13 April, data pergerakan menunjukkan bahwa BTC menembus 73000 USDT, kini diperdagangkan pada 73012.4 USDT, kenaikan 2,6% dalam 24 jam.

GateNews1jam yang lalu

Aplikasi Ledger Palsu di App Store Apple Menguras Dana Pensiun 5,9 BTC Musisi

Sebuah aplikasi Ledger palsu di App Store milik Apple menipu musisi Garrett Dutton hingga kehilangan 5.9 BTC dengan cara memasukkan frasa seed miliknya. Kasus ini menyoroti penipuan dompet yang terus berlanjut dan pemanfaatan kepercayaan, karena bitcoin yang dicuri dicuci melalui KuCoin.

CryptoNewsFlash1jam yang lalu

BTC Naik 0,74% dalam 15 Menit: Lonjakan Volume Perdagangan dan Peralihan Dana oleh Para Pesaraya (Whale) Berbarengan Mendorong Harga

2026-04-13 19:15 hingga 19:30 (UTC), harga BTC mengalami kenaikan sebesar 0,74% dalam waktu singkat, dengan rentang harga 72320,5 hingga 72907,8 USDT, dan amplitudo mencapai 0,81%. Dalam periode ini, perhatian pasar meningkat dengan cepat, aktivitas perdagangan secara signifikan menguat, dan indikator kunci on-chain serta bursa bergerak seiring dan naik. Pendorong utama dari pergerakan tidak biasa kali ini adalah lonjakan sementara dalam volume perdagangan spot dan derivatif; dalam jendela pergerakan tidak biasa, nilai transaksi BTC spot dan derivatif masing-masing mencapai sekitar 350 dan 680 juta dolar AS, yang semuanya meningkat sekitar 67% dibanding periode sebelumnya, menunjukkan

GateNews1jam yang lalu

BTC menembus 73000 USDT

Pesan bot Berita Gate, tampilan pasar Gate menunjukkan bahwa BTC menembus 73000 USDT, harga saat ini 73000 USDT.

CryptoRadar1jam yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar