
Short selling adalah strategi perdagangan di mana Anda menjual terlebih dahulu dan membeli kembali kemudian, untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga aset. Jika Anda memperkirakan harga suatu aset akan turun, Anda menjual sekarang dan membeli kembali di harga yang lebih rendah, sehingga memperoleh selisih keuntungannya.
Contohnya: Bayangkan Anda yakin sepasang sepatu tertentu akan segera didiskon. Anda menjual sepatu yang Anda miliki saat ini, lalu membeli kembali model yang sama dengan harga diskon nanti. Di pasar keuangan, logikanya serupa, hanya saja Anda memperdagangkan aset seperti saham, Bitcoin, atau cryptocurrency lainnya, bukan sepatu.
Short selling ada karena harga pasar dapat bergerak naik maupun turun, dan trader memerlukan peluang untuk memperoleh keuntungan atau melakukan lindung nilai saat tren turun. Strategi ini memberikan fleksibilitas arah dalam strategi perdagangan.
Dari perspektif pasar, short selling membantu menyeimbangkan harga yang terlalu tinggi, meningkatkan likuiditas, dan mendekatkan harga ke nilai wajar aset. Bagi pemegang aset spot dalam jumlah besar, short selling memungkinkan lindung nilai terhadap volatilitas tanpa harus menjual kepemilikan mereka.
Prinsip utama short selling adalah "meminjam untuk dijual, lalu membeli kembali untuk dikembalikan," dengan tujuan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan beli kembali. Di pasar kripto, proses ini sering dilakukan melalui derivatif sehingga Anda tidak perlu meminjam koin secara fisik.
Margin adalah jaminan yang Anda setorkan untuk menanggung risiko perdagangan. Leverage memungkinkan Anda mengendalikan posisi lebih besar dengan margin lebih kecil—mirip dengan menyewa peralatan mahal hanya dengan deposit kecil. Likuidasi terjadi ketika kerugian Anda mencapai ambang risiko yang ditentukan platform; posisi Anda akan ditutup secara otomatis untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Contoh: Anda membuka posisi short 1 BTC di harga US$40.000. Jika harga turun ke US$36.000 dan Anda menutup posisi, potensi keuntungan Anda adalah US$4.000 (belum termasuk biaya). Jika harga naik ke US$44.000, kerugian Anda sebesar US$4.000—dan bisa memicu likuidasi.
Short di kripto umumnya dilakukan melalui futures atau perpetual contract. Instrumen derivatif ini memungkinkan Anda "membuka posisi short" dan memperoleh keuntungan jika harga turun.
Perpetual contract tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Kontrak ini menggunakan mekanisme funding rate untuk menjaga harga kontrak tetap dekat dengan harga pasar spot. Funding rate adalah biaya yang dipertukarkan antara posisi long dan short secara berkala—ketika harga menyimpang, dana mengalir dari satu pihak ke pihak lain. Sebagian besar bursa menyelesaikan funding rate setiap delapan jam (berdasarkan praktik industri tahun 2024).
Short selling tradisional dengan meminjam aset kurang umum di kripto karena mekanisme peminjaman dan likuidasi yang kompleks. Bagi pemula, penggunaan derivatif adalah cara standar untuk short, namun penting untuk memahami persyaratan margin, leverage, dan aturan likuidasi.
Untuk melakukan short di Gate, Anda umumnya menggunakan perpetual contract atau futures dengan membuka order jual. Langkah-langkah utamanya sebagai berikut:
Langkah 1: Pilih pasangan perdagangan di derivatives trading section Gate, misalnya BTC Perpetual.
Langkah 2: Transfer dana margin dari akun spot ke akun derivatif Anda—ini akan menjadi jaminan perdagangan Anda.
Langkah 3: Atur multiplier leverage Anda. Pilih leverage dengan bijak; leverage tinggi memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian serta meningkatkan risiko likuidasi.
Langkah 4: Buka posisi short dengan memasukkan jumlah dan harga, lalu kirim order untuk memegang kontrak short.
Langkah 5: Atur order stop-loss dan take-profit dengan menentukan harga pemicu di halaman order atau posisi. Ini membantu membatasi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi Anda.
Langkah 6: Pantau funding rate dan harga likuidasi. Funding rate diselesaikan secara berkala, sedangkan harga likuidasi dihitung secara dinamis berdasarkan margin dan leverage Anda.
Langkah 7: Tutup posisi short dengan membeli kembali kontrak saat target tercapai atau risiko meningkat. Keuntungan atau kerugian akan diselesaikan di akun derivatif Anda.
Biaya dan risiko short selling meliputi funding rate, slippage, biaya trading, dan risiko likuidasi. Funding rate adalah pembayaran berkala yang mungkin Anda bayarkan kepada pihak lawan; pergerakan harga atau arah funding yang tidak menguntungkan dapat mengurangi keuntungan.
Slippage adalah selisih antara harga eksekusi yang diharapkan dan harga aktual—pasar yang volatil dapat memperburuk efek ini. Risiko likuidasi muncul dari leverage tinggi atau margin yang tidak cukup; jika kerugian mencapai level margin pemeliharaan, posisi Anda akan ditutup paksa.
Waspadai short squeeze—lonjakan harga mendadak yang memaksa banyak short seller menutup posisi, sehingga harga makin melonjak. Untuk mengurangi risiko ini, selalu gunakan stop-loss ketat, leverage rendah, masuk dan keluar posisi secara bertahap, serta hindari trading secara emosional.
Short selling bertujuan memperoleh keuntungan dari penurunan harga; long bertujuan dari kenaikan harga. Keduanya menggunakan margin dan leverage, namun aksi masuk posisinya berlawanan.
Pada derivatif, short berarti "membuka dengan order jual," sedangkan long berarti "membuka dengan order beli." Short berisiko terkena squeeze harga naik; long berisiko saat harga turun. Keduanya terkena funding rate—arah pembayaran (membayar atau menerima) berubah sesuai dinamika pasar.
Short selling tepat dilakukan saat Anda yakin harga akan turun atau ingin melindungi risiko penurunan jangka pendek pada kepemilikan spot. Ini bukan arbitrase bebas risiko—short selling adalah spekulasi arah atau bagian dari manajemen risiko.
Contoh: Anda optimis terhadap BTC untuk jangka panjang dan memegang koin spot, namun khawatir volatilitas jangka pendek akibat peristiwa makro. Anda dapat melakukan lindung nilai dengan membuka kontrak short kecil—jika harga turun, hedge Anda menutupi sebagian kerugian spot; jika harga naik, keuntungan spot menutupi kerugian hedge.
Miskonsepsi umum meliputi anggapan bahwa short selling adalah “pasti untung,” penggunaan leverage berlebihan, mengabaikan funding rate, tidak memasang stop-loss, atau mengejar short setelah berita keluar.
Pemula sering mengabaikan biaya trading dan keterbatasan likuiditas. Walaupun arah Anda benar, biaya dan slippage dapat mengurangi hasil bersih. Satu peristiwa bisa cepat membalikkan harga melawan posisi Anda—mengejar short berisiko terjebak saat harga berbalik tajam.
Inti dari short selling adalah menjual terlebih dahulu dan membeli kembali kemudian untuk memperoleh keuntungan dari penurunan harga. Di pasar kripto, ini umumnya dilakukan melalui perpetual contract atau futures dengan mekanisme margin dan leverage. Sangat penting memahami cara kerja likuidasi dan funding rate, menetapkan level stop-loss/take-profit secara rasional, mengelola leverage dengan bijak, serta masuk dan keluar posisi secara bertahap untuk mengurangi slippage dan bias emosional. Bagi pemegang spot, short selling dapat menjadi lindung nilai—namun semua aktivitas keuangan mengandung risiko. Selalu uji dan evaluasi strategi secara menyeluruh di platform seperti Gate sebelum menggunakan dana nyata.
Short selling seperti meminjam jaket dari teman, lalu menjualnya saat harga tinggi—kemudian membelinya kembali dengan harga murah untuk dikembalikan. Selisihnya adalah keuntungan Anda. Di pasar keuangan, Anda meminjam aset dan menjualnya terlebih dahulu; saat harga turun, Anda membelinya kembali dan mengembalikan ke pemberi pinjaman. Selama prediksi arah Anda benar, Anda dapat memperoleh keuntungan tanpa tergantung pergerakan pasar secara keseluruhan.
Ada dua cara utama untuk short di kripto: (1) Gunakan perdagangan leverage dengan membuka posisi short di bagian derivatif (seperti di Gate), bertaruh pada penurunan harga; (2) Meminjam kripto dari platform dan langsung menjualnya—lalu membeli kembali setelah harga turun untuk mengembalikan aset pinjaman. Pemula sebaiknya berlatih di akun demo Gate agar terbiasa dengan operasional sebelum menggunakan dana sungguhan.
Secara teori, short selling memiliki potensi kerugian lebih besar dibanding long karena harga aset dapat naik tanpa batas. Namun, dengan memasang order stop-loss, menggunakan rasio leverage yang wajar, dan rutin memantau posisi, risiko dapat dikendalikan secara efektif. Di platform teregulasi seperti Gate, likuidasi paksa akan terjadi jika margin Anda menipis—secara otomatis menghentikan kerugian dan melindungi dari saldo negatif.
Short selling tepat dilakukan saat sinyal bearish jelas muncul—seperti menembus level support kunci, terbentuknya pola puncak teknikal, atau selama periode optimisme pasar ekstrem. Pemula sebaiknya mempelajari analisis teknikal dasar (seperti pola candlestick atau moving average) atau memantau berita besar yang memengaruhi sentimen. Yang terpenting, selalu tetapkan kriteria masuk dan stop-loss yang jelas—jangan pernah trading hanya berdasarkan firasat.
Kesalahan paling umum adalah overleverage—terlikuidasi karena rebound kecil—atau terlalu cepat melakukan short di “harga dasar,” sehingga terjebak ketika harga berbalik naik. Kesalahan lain adalah mengabaikan biaya pinjaman (seperti bunga atau funding rate), yang perlahan mengurangi keuntungan. Pendatang baru sebaiknya mulai dengan leverage rendah (1x atau 2x), disiplin mengikuti aturan stop-loss, dan tidak berharap satu transaksi dapat mengubah hidup.


