
ATL, atau All-Time Low, adalah harga perdagangan terendah yang pernah dicatat dari sebuah aset kripto sejak pertama kali terdaftar di bursa mana pun. Sebagian besar platform data kripto menyediakan nilai dan tanggal ATL spesifik, sehingga memberikan gambaran mengenai momen paling pesimistis di pasar. ATL umumnya dibahas bersama ATH (All-Time High) untuk memberikan perspektif menyeluruh tentang ekstrem harga.
ATL digunakan untuk menilai risiko penurunan dan potensi retracement harga.
Ketika suatu aset mendekati all-time low, hal ini menandakan pesimisme pasar yang sangat tinggi, sehingga investor perlu lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan beli. Bagi investor jangka panjang yang menerapkan strategi dollar-cost averaging, ATL menjadi acuan historis penting. Untuk trader aktif, ATL adalah penanda utama dalam menentukan stop-loss, limit buy, dan pengelolaan ukuran posisi.
Token baru yang terdaftar atau yang sedang mengalami unlock sering kali lebih sering mencetak ATL baru. Mengabaikan ATL dapat menyebabkan pembelian di harga tinggi saat likuiditas rendah atau tekanan jual meningkat, sehingga risiko menjadi jauh lebih besar.
ATL tidak dihitung dengan rumus; ini adalah catatan historis dari harga perdagangan terendah yang pernah terjadi.
Standar pengukuran ATL adalah harga terendah di mana transaksi terjadi di bursa mana pun. Karena harga antar platform dapat berbeda, agregator data seperti CoinMarketCap dan CoinGecko mengonsolidasikan data dari berbagai bursa dan menampilkan kolom "All-Time Low" beserta harga dan tanggalnya.
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan:
ATL biasanya terjadi pada kondisi tekanan jual tinggi atau likuiditas rendah.
Saat token baru terdaftar di bursa, pergerakan harga umumnya sangat tajam pada hari-hari awal karena market making yang belum stabil. Bahkan order jual kecil dapat mendorong harga ke level terendah sementara dan menciptakan ATL.
Selama periode unlock token, token yang baru di-unlock menambah pasokan dan tekanan jual, sehingga harga lebih mudah mendekati atau mencetak ATL baru. Token dengan FDV (Fully Diluted Valuation) tinggi sangat rentan saat unlock berlangsung.
Guncangan makro atau peristiwa black swan juga dapat mendorong aset berisiko ke level terendah baru. Token reward yield farming sering kali mencatat ATL baru akibat emisi berkelanjutan dan tekanan jual. Stablecoin yang mengalami depeg dapat mencatat ATL di bawah $1 untuk sementara waktu, mencerminkan masalah teknis atau kepercayaan sebelum akhirnya kembali ke nilai acuan.
Di bursa terpusat seperti Gate, kedalaman perdagangan awal dan pengaturan market making secara langsung memengaruhi ATL. Jika order book tipis atau modal terbatas, kemungkinan harga terendah ekstrem tercapai semakin besar.
Anggap ATL sebagai “penanda support historis”, tetapi bukan batas harga yang tidak bisa ditembus.
Langkah 1: Riset Harga Terendah Historis. Di Gate, cari aset yang Anda incar, buka grafik pasar, pilih rentang waktu maksimum (misal: all-time), dan gunakan alat crosshair untuk mengidentifikasi serta mencatat harga dan tanggal terendahnya.
Langkah 2: Atur Peringatan Harga. Di antarmuka pasar Gate, gunakan fitur “Alert” untuk mengatur notifikasi di sekitar harga terendah historis, baik sekali maupun berulang, agar Anda tidak melewatkan pergerakan penting.
Langkah 3: Pengaturan Ukuran Posisi. Bagi investasi menjadi beberapa bagian kecil dan tempatkan order beli bertingkat pada interval tertentu (misal: berdasarkan persentase), daripada mengalokasikan seluruh modal pada satu kemungkinan ATL.
Langkah 4: Manajemen Risiko. Gunakan order stop-loss limit atau conditional untuk secara otomatis mengurangi eksposur jika harga menembus level support utama, sehingga kerugian dan slippage dapat diminimalkan.
Langkah 5: Kombinasikan dengan Analisis Fundamental. Pantau jadwal unlock, distribusi token, funding rate, dan kedalaman liquidity pool. Jika unlock besar atau penurunan likuiditas akan terjadi, jaga margin of safety dan jangan hanya mengandalkan ATL untuk keputusan beli.
Langkah 6: Pembaruan Dinamis. ATL dapat berubah setelah peristiwa besar. Atur peringatan menjadi “persisten” dan sesuaikan strategi Anda seiring perkembangan data on-chain dan pengumuman resmi.
Per Januari 2026, terdapat tiga tren dan data utama yang layak dipantau:
Catatan Data: Contoh di atas menggunakan kolom “All-Time Low” CoinMarketCap dan CoinGecko per Januari 2026; untuk beberapa aset, harga dan tanggal ATL dapat berbeda antar platform—lakukan cross-check menggunakan catatan pasar spot dari bursa utama.
ATL adalah harga perdagangan terendah yang pernah dicatat suatu aset, sedangkan ATH (All-Time High) adalah harga tertingginya. Keduanya mencerminkan dua ujung sentimen pasar—ATL menunjukkan puncak ketakutan, sedangkan ATH menandakan puncak optimisme. Investor menggunakan ATL untuk menilai risiko penurunan dan potensi drawdown; ATH digunakan untuk mengukur potensi kenaikan dan level resistance dari pembeli sebelumnya.
Kesalahpahaman umum adalah menganggap ATL sebagai batas bawah yang pasti atau ATH sebagai puncak yang tidak dapat ditembus. Keduanya bisa dilampaui seiring perubahan dinamika supply-demand dan fundamental—token baru sering kali turun di bawah ATL awal saat periode unlock, sementara aset kuat dapat menembus ATH sebelumnya di pasar bullish.
ATL (All-Time Low) menandai harga terendah sejak listing; ATH (All-Time High) menandai harga tertinggi. Keduanya mendefinisikan rentang volatilitas historis suatu aset. Investor menggunakannya untuk menilai posisi harga saat ini dibandingkan ekstrem masa lalu dan memperkirakan potensi risiko.
Saat koin mencapai ATL, artinya telah turun ke harga terendah yang pernah tercatat—indikasi pesimisme pasar yang mendalam namun juga peluang potensi rebound. Secara historis, aset yang menyentuh ATL sering mengalami pemulihan signifikan; namun, ATL bukan jaminan titik terbawah, sehingga penting juga memperhatikan fundamental dan tren pasar secara keseluruhan.
Pada halaman pasar Gate untuk setiap koin, tersedia data seperti harga terendah 24 jam, terendah 7 hari, dan all-time low. Dengan membandingkan harga saat ini dengan harga terendah historis, Anda dapat menilai kedekatan dengan ATL. Gunakan fitur peringatan harga Gate untuk notifikasi tepat waktu jika aset incaran mendekati all-time low.
Sering mencetak ATL baru biasanya menandakan proyek bermasalah atau sentimen negatif yang berlanjut—bisa disebabkan pengembangan terhenti, masalah tim, ancaman delisting, atau pasar bear yang luas. Aset seperti ini berisiko tinggi; pemula sebaiknya menghindari pembelian impulsif sebelum meneliti fundamental proyek dan aktivitas komunitas.
Pada koin baru tanpa data historis, gunakan harga terendah hari pertama atau minggu pertama sebagai tolok ukur awal dan bandingkan dengan harga saat ini untuk penilaian risiko dasar. Fokus pada peninjauan whitepaper, profil tim, keterlibatan komunitas, dan reputasi bursa sebelum berinvestasi—terutama di platform bereputasi seperti Gate—dan hindari mengejar lonjakan awal.


