
Trading fees adalah biaya yang Anda keluarkan untuk menyelesaikan suatu transaksi.
Dalam industri kripto, trading fees umumnya terbagi menjadi dua: biaya yang dikenakan exchange untuk mencocokkan order beli dan jual, serta biaya jaringan blockchain agar transaksi Anda masuk ke dalam blok—umumnya disebut Gas. Biaya exchange biasanya berupa persentase tetap dari nominal transaksi, sementara biaya jaringan blockchain (Gas) berubah-ubah tergantung kemacetan jaringan dan besaran biaya yang Anda tetapkan.
Trading fees secara langsung memengaruhi hasil bersih dan pengalaman trading Anda. Biaya tinggi dapat mengikis keuntungan dari trading jangka pendek atau transfer bernilai kecil, sedangkan biaya rendah membuat strategi frekuensi tinggi seperti arbitrase dan grid trading lebih menguntungkan. Memahami trading fees membantu Anda memilih platform atau blockchain yang tepat, mengatur waktu trading secara optimal, dan menghindari situasi “untung di harga, rugi di biaya.”
Dalam praktiknya, biaya sering kali menjadi penentu kelayakan strategi. Misal, pada spot trade USDT senilai $1.000, menurunkan biaya dari 0,2% ke 0,1% menghemat $1 per transaksi; semakin sering trading, semakin besar akumulasi penghematan. Hal serupa berlaku untuk transfer on-chain—biaya Gas bisa melonjak saat jaringan padat, sehingga menyesuaikan waktu transaksi beberapa menit saja dapat memberi penghematan signifikan.
Di exchange, biaya dibagi menjadi maker dan taker fee. Maker menambah order baru ke order book sehingga meningkatkan likuiditas pasar; taker mencocokkan order yang sudah ada untuk eksekusi instan. Banyak platform membebankan biaya lebih tinggi kepada taker untuk mendorong penyediaan likuiditas.
Biaya jaringan on-chain terdiri dari dua aspek: harga yang Anda bersedia bayar (priority fee), dan kompleksitas transaksi. Transfer sederhana biayanya lebih murah; interaksi smart contract yang rumit memerlukan biaya lebih besar. Semakin padat jaringan, biaya prioritas transaksi juga meningkat.
Exchange juga dapat menyesuaikan biaya berdasarkan level akun dan penggunaan token platform. Akun dengan level lebih tinggi mendapatkan biaya lebih rendah, dan pembayaran biaya dengan token platform sering kali memberikan diskon tambahan. Mekanisme ini menguntungkan trader aktif dan market maker.
Trading fees muncul pada berbagai aktivitas. Yang paling umum adalah spot dan derivatives trading—setiap order beli atau jual dikenakan biaya sesuai kebijakan platform. Saat bridging aset lintas chain, Anda bisa terkena biaya jaringan di chain asal dan tujuan, sehingga muncul double cost yang perlu diperhitungkan. NFT minting atau resale biasanya melibatkan smart contract, dengan biaya tergantung kompleksitas kontrak dan kondisi jaringan.
Contohnya, di Gate, biaya spot trading standar sekitar 0,2%. Level akun lebih tinggi atau penggunaan token platform dapat menurunkannya hingga sekitar 0,1% atau bahkan lebih rendah. Biaya derivatives trading umumnya adalah fraksi kecil dari nilai nosional; detail lengkap tersedia di pengumuman resmi platform.
Di DeFi, swap token melalui decentralized exchange mewajibkan pembayaran biaya jaringan on-chain, dan kadang juga biaya protokol. Memilih blockchain atau layer-2 network dengan biaya rendah dapat memangkas biaya swap secara signifikan.
Pertama, pilih chain dan waktu transaksi secara cermat. Untuk transfer sederhana, gunakan public chain atau layer-2 network yang efisien dan murah; hindari periode kemacetan dengan mengecek rekomendasi biaya di wallet atau explorer.
Kedua, optimalkan tarif biaya exchange. Tingkatkan level akun jika memungkinkan dan gunakan order maker saat trading; aktifkan pemotongan biaya dengan token platform (seperti di Gate) untuk mengurangi biaya secara langsung.
Ketiga, konsolidasikan atau rencanakan aktivitas. Gabungkan beberapa transfer kecil menjadi satu, atau manfaatkan fitur batch untuk meminimalkan interaksi on-chain. Untuk trading strategi, atur frekuensi agar tidak terjadi entry dan exit yang tidak perlu akibat slippage.
Keempat, manfaatkan promosi dan voucher. Exchange sering memberikan diskon biaya atau voucher rebate—klaim dan gunakan tepat waktu untuk memperoleh penghematan nyata.
Sepanjang tahun terakhir (2025 hingga awal 2026), biaya spot trading standar di exchange besar umumnya berada di kisaran 0,1%–0,2%, dengan diskon dari upgrade level akun atau pemotongan token platform bisa menurunkan hingga di bawah 0,1%. Sebagai contoh, tarif dasar Gate sekitar 0,2%, dengan diskon akhir tergantung level akun dan aturan potongan.
Di on-chain, sepanjang 2025, biaya transfer standar Ethereum umumnya $0,5–$2 USD, melonjak saat jaringan sibuk. Layer-2 network seperti Arbitrum dan Optimism biasanya mengenakan biaya beberapa sen hingga $0,2 USD per transaksi—ideal untuk transaksi sering atau bernilai kecil.
Biaya jaringan Bitcoin melonjak saat aktivitas pasar tinggi atau hype inscription, namun menurun di masa tenang. Secara umum, volatilitas biaya sangat bergantung pada aktivitas jaringan dan tren pasar. Pada awal 2026, solusi layer-2 dan chain berperforma tinggi semakin mengurangi tekanan mainnet, mendorong lebih banyak pengguna melakukan aktivitas frekuensi tinggi di jaringan berbiaya rendah.
Trading fees adalah istilah luas yang mencakup biaya transaksi di exchange maupun biaya jaringan on-chain. Gas fees secara khusus adalah biaya untuk memproses dan menjalankan transaksi di jaringan blockchain.
Di exchange, Anda membayar biaya berbasis persentase; di on-chain, Anda membayar Gas sesuai kemacetan dan kompleksitas transaksi. Keduanya memengaruhi total biaya, namun strategi optimasinya berbeda: biaya exchange dapat ditekan lewat level akun, pemotongan token platform, dan order maker; biaya Gas bergantung pada pemilihan chain dan waktu transaksi.
Kesimpulannya: Transfer aset penuh bisa melibatkan kedua biaya—misal, menarik aset dari exchange ke wallet on-chain lalu swap ke aset lain membutuhkan perencanaan matang untuk kedua jenis biaya agar total pengeluaran tetap efisien.
Trading fees kripto umumnya dibebankan oleh exchange sebagai persentase dari nominal transaksi, biasanya terbagi menjadi Maker (pembuat order) dan Taker (pengambil order). Maker fee umumnya lebih rendah dari Taker fee. Di exchange besar seperti Gate, tarif berkisar antara 0,1%–0,2%, dengan tarif aktual tergantung level VIP Anda.
Ya—trading fees adalah biaya tetap yang ditetapkan exchange, sedangkan slippage adalah kerugian akibat pergerakan harga antara order ditempatkan dan dieksekusi. Keduanya menambah total biaya trading, namun berbeda sifat: trading fees adalah pendapatan exchange; slippage timbul dari volatilitas pasar. Pada pair sangat likuid (seperti BTC/USDT), slippage biasanya sangat kecil.
Trading fees di exchange dipengaruhi oleh beberapa faktor: volume trading Anda (semakin tinggi VIP, semakin rendah tarif), likuiditas pair, dan kebijakan biaya masing-masing platform. Platform besar seperti Gate secara otomatis menyesuaikan tier biaya berdasarkan volume trading 30 hari—trader aktif diuntungkan dengan volume akumulatif untuk mendapatkan tarif lebih rendah.
Bisa—mayoritas exchange termasuk Gate mendukung penggunaan token platform untuk pemotongan biaya. Di Gate, kepemilikan GT (token native) memberi hak diskon trading fees—semakin banyak GT yang dimiliki, semakin besar diskonnya. Cara ini umum digunakan trader jangka panjang; sebaiknya aktifkan fitur ini di pengaturan biaya Anda.
Biasanya berbeda. Spot trading (misal BTC/USDT) dikenakan biaya exchange proporsional, sedangkan transaksi fiat (deposit/withdrawal) sering menggabungkan biaya jaringan dan biaya platform—sehingga total biaya bisa lebih tinggi. Gateway fiat Gate mendukung berbagai metode pembayaran dengan tarif berbeda; memilih metode yang tepat dapat mengurangi biaya secara efektif.


