apa itu depth chart

Depth chart merupakan representasi grafis dari order book pada sebuah exchange, yang menampilkan visualisasi order beli dan jual. Sumbu horizontal menunjukkan level harga, sedangkan sumbu vertikal memperlihatkan volume order secara kumulatif. Bagian kiri dan kanan masing-masing merepresentasikan bids dan asks. Melalui chart ini, trader dapat dengan cepat mengidentifikasi spread, likuiditas, buy wall, sell wall, serta potensi slippage. Dengan menganalisis depth chart, Anda bisa memperkirakan dampak pasar secara lebih akurat, menentukan level stop-loss dan take-profit saat menempatkan order spot maupun derivatif, serta mengeksekusi transaksi dengan lebih aman, khususnya pada momen seperti listing token baru atau periode volatilitas pasar yang tinggi.
Abstrak
1.
Arti: Grafik yang menunjukkan berapa banyak pembeli dan penjual di berbagai level harga untuk sebuah cryptocurrency, mengungkap keseimbangan penawaran dan permintaan pasar.
2.
Asal & Konteks: Depth chart berasal dari pasar keuangan tradisional sebagai visualisasi order book. Seiring perkembangan bursa kripto setelah 2013, depth chart diadopsi untuk membantu trader memahami kondisi likuiditas pasar dengan cepat.
3.
Dampak: Depth chart membantu trader memprediksi risiko volatilitas harga. Jika order beli atau jual menumpuk di harga tertentu, transaksi besar dapat menyebabkan lonjakan tajam; jika depth tersebar, pasar lebih stabil. Hal ini langsung memengaruhi manajemen risiko dan biaya transaksi trader.
4.
Kesalahpahaman Umum: Pemula sering salah mengira depth chart sebagai tren harga historis. Faktanya, depth chart hanya menampilkan data order saat ini dan tidak bisa memprediksi harga di masa depan—ini bukan candlestick chart. Depth chart menunjukkan 'berapa banyak orang yang sedang membeli/menjual sekarang,' bukan 'bagaimana harga berubah di masa lalu.'
5.
Tips Praktis: Gunakan metode tiga langkah: ① Buka alat depth chart di bursa Anda (Binance, OKX, dll. menyediakan fitur ini); ② Amati tinggi bar di kedua sisi—kiri (hijau) = order beli, kanan (merah) = order jual; ③ Jika salah satu sisi memiliki bar yang sangat tinggi, order terkonsentrasi di sana dan harga bisa menghadapi resistance. Ini membantu Anda menentukan waktu masuk/keluar.
6.
Pengingat Risiko: Data depth chart hanya mencerminkan order yang terlihat saat ini dan tidak termasuk order tersembunyi atau transaksi di luar bursa. Whale bisa tiba-tiba membatalkan order, menyebabkan depth berubah seketika. Selain itu, depth chart dapat sangat berbeda di tiap bursa—hati-hati saat melakukan arbitrase antar bursa. Yang paling penting: jangan pernah mengambil keputusan hanya berdasarkan depth chart; kombinasikan dengan tren harga dan indikator teknikal untuk keputusan yang lebih bijak.
apa itu depth chart

Apa Itu Depth Chart?

Depth chart adalah representasi visual dari order beli dan jual di pasar.

Depth chart menerjemahkan data order book dari exchange menjadi dua kurva atau area: pembeli di sisi kiri dan penjual di sisi kanan. Sumbu horizontal menunjukkan harga, sedangkan sumbu vertikal menampilkan ukuran order kumulatif—yaitu total jumlah order beli atau jual yang mengantre pada atau di bawah/atas harga tertentu. Celah di tengah antara bid tertinggi dan ask terendah disebut spread; semakin kecil spread, semakin cepat order dieksekusi dan semakin rendah biaya transaksi.

Anda mungkin akan melihat “lonjakan” pada level harga tertentu di chart—ini adalah buy wall atau sell wall, yaitu kumpulan order besar yang menunggu eksekusi. Melakukan pembelian tepat di bawah sell wall biasanya sulit terpenuhi, sementara menjual tepat di atas buy wall bisa menghadapi permintaan yang sangat kuat. Depth chart membuat detail ini mudah diamati secara visual, sehingga Anda dapat mengantisipasi slippage—biaya yang muncul ketika order Anda dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan akibat likuiditas terbatas di sisi lawan.

Mengapa Perlu Memahami Depth Chart?

Depth chart berpengaruh langsung pada biaya trading dan manajemen risiko.

Aset utama seperti BTC dan ETH umumnya memiliki order book tebal dan spread ketat, sehingga order senilai $10.000 hampir tidak memengaruhi harga. Sebaliknya, pada token kecil atau di luar jam sibuk, depth yang tipis berarti bahkan transaksi beberapa ribu dolar dapat mendorong harga naik atau turun secara signifikan. Dengan membaca depth chart, Anda bisa mengantisipasi pergerakan harga dan menghindari slippage berlebih akibat transaksi spontan.

Pada saat listing token baru, peristiwa besar, atau periode volatilitas tinggi, depth pasar bisa “menipis” dan order wall bergerak cepat. Dengan memantau depth chart, Anda dapat memilih tipe order yang lebih bijak—seperti limit order, split order, atau menunggu di luar pasar—untuk mengurangi risiko terkena “stopped out” oleh lonjakan harga.

Bagi pengguna yang melakukan grid trading, arbitrase, atau aktivitas berbasis tugas, pemahaman depth chart membantu memilih pasangan trading dan waktu yang lebih optimal sehingga meningkatkan efisiensi eksekusi.

Bagaimana Cara Kerja Depth Chart?

Depth chart mengubah data order book menjadi kurva yang intuitif.

Order book adalah daftar order beli dan jual yang diurutkan berdasarkan harga. Sistem akan menggabungkan order pada setiap level harga, lalu menghitung total kumulatif ke arah tengah: sisi beli dijumlahkan dari bid tertinggi ke bawah, sisi jual dijumlahkan dari ask terendah ke atas. Sumbu vertikal menunjukkan “total kuantitas yang tersedia hingga harga ini” yang menunggu eksekusi.

Umumnya terdapat dua mode tampilan: “non-kumulatif” (batang/titik yang menunjukkan volume pada level harga tertentu) dan “kumulatif” (tangga/area yang menampilkan total volume dari harga saat ini ke dalam). Sebagian besar platform menggunakan mode kumulatif karena lebih efektif menggambarkan dampak pasar.

Fitur lain yang umum adalah agregasi level harga—menggabungkan kenaikan harga kecil yang berdekatan ke dalam rentang yang lebih besar (misalnya, konsolidasi kenaikan $0,01 menjadi rentang $0,10). Ini membuat chart lebih mudah dibaca untuk penilaian cepat, namun untuk eksekusi presisi, gunakan interval yang lebih kecil untuk detail lebih lengkap.

Apa yang Diungkapkan Depth Chart di Pasar Kripto?

Indikator paling utama adalah spread, order wall, dan perubahan depth.

Pada exchange terpusat (CEX) seperti spot atau futures Gate, Anda dapat mengaktifkan depth chart, mengatur interval agregasi, dan melihat depth kumulatif. Saat token baru diluncurkan, spread biasanya lebar, depth tipis, dan sell wall mendominasi; seiring market maker masuk dan order alami bertambah, spread menyempit dan kedua sisi chart semakin tebal.

Sebelum atau sesudah pergerakan pasar besar, depth bisa “bernapas.” Saat volatilitas tinggi, banyak order dibatalkan atau tersapu, membuat kedua sisi menjadi curam dan spread melebar. Setelah berita terserap dan volatilitas menurun, chart perlahan kembali ke kondisi yang lebih stabil.

Pada exchange terdesentralisasi berbasis CLOB (order book DEX) atau platform perpetual contract, depth chart juga membantu menilai risiko slippage dan likuidasi. Tidak seperti DEX model AMM DEX yang menggunakan pool harga, depth order book menekankan distribusi antrean—sehingga posisi dan ukuran wall sangat menentukan.

Cara Menggunakan Depth Chart untuk Strategi Order

Tujuannya adalah memanfaatkan distribusi volume dan harga pada chart untuk eksekusi yang lebih aman.

  1. Pilih Mode Agregasi dan Tampilan yang Sesuai
    Agregasi yang terlalu lebar akan menyamarkan detail; terlalu kecil menciptakan noise. Mulailah dengan interval kasar untuk mengidentifikasi buy/sell wall utama, lalu gunakan interval lebih kecil untuk detail presisi.

  2. Baca Spread dan Nilai Momentum Likuiditas
    Spread kecil dengan kurva mulus menandakan likuiditas melimpah—ideal untuk limit order atau market order kecil. Spread lebar dengan kurva curam perlu diwaspadai agar terhindar dari slippage.

  3. Identifikasi Order Wall dan Gap
    Di bawah wall terdapat dukungan; di atas wall menghadapi resistensi. Gap (zona tipis) berarti order sedang saja bisa menggerakkan harga secara tajam. Hindari menempatkan order di area lemah atau manfaatkan wall untuk eksekusi jangka pendek agar peluang sukses lebih besar.

  4. Perkirakan Dampak Pasar dan Pecah Order
    Analisis depth kumulatif: Jika Anda ingin membeli $10.000 tetapi hanya tersedia $7.000 pada ask dalam +0,3% dari harga saat ini dan $15.000 dalam +0,6%, market order kemungkinan besar akan terkena slippage 0,4%–0,6%. Memecah order di bawah wall utama sering kali menekan biaya.

  5. Pilih Alat Order dan Atur Kontrol Risiko
    Di platform seperti Gate, limit order cocok untuk eksekusi pasif dekat lawan transaksi; split order atau time-weighted order bisa meratakan dampak pasar. Selalu tetapkan level stop-loss/take-profit untuk mengelola risiko volatilitas mendadak.

Likuiditas semakin tidak merata dalam setahun terakhir—menjadikan metrik utama semakin penting.

Dari 2025 hingga awal 2026, aset utama umumnya tetap pada spread sempit hampir sepanjang waktu, sedangkan aset long-tail menunjukkan fluktuasi spread dan depth harian yang lebih ekstrem. Untuk trader reguler, pantau empat metrik berikut:

  • Spread: Pada periode stabil, spread biasanya setara basis poin; pada hari volatil, spread bisa berkali lipat lebih lebar. Spread kecil berarti eksekusi lebih cepat dan biaya lebih rendah.
  • Depth Kumulatif: Cek total volume order dalam rentang ±X% dari harga saat ini. Untuk order umum $10.000–$50.000, fokuskan pada apakah volume kumulatif ±0,3% atau ±1% sudah mencukupi kebutuhan Anda.
  • Rasio Depth-to-Volume 2%: Mengukur “inventaris” versus “arus.” Dalam beberapa bulan terakhir, rasio ini tinggi pada pasangan populer dan rendah pada pasangan long-tail; biasanya turun tajam saat terjadi peristiwa pasar.
  • Konsentrasi Top Five Level: Menunjukkan apakah volume terlalu terkonsentrasi pada beberapa level harga saja—konsentrasi tinggi meningkatkan risiko penyapuan cepat.

Dari sisi produk, antara akhir 2025 dan awal 2026, banyak platform menambah fitur toggle kumulatif/non-kumulatif, shortcut agregasi cepat, dan indikator dampak pasar pada depth chart mereka. Pengalaman mobile juga semakin baik untuk penilaian biaya yang lebih cepat di tengah volatilitas.

Apa Perbedaan Depth Chart dan Candlestick Chart?

Depth chart menampilkan likuiditas saat ini; candlestick chart menunjukkan harga historis.

Candlestick (K-line) chart menampilkan data open-high-low-close dan volume sepanjang waktu—berguna untuk analisis tren. Depth chart memvisualisasikan distribusi order pada tiap level harga—membantu menilai apakah Anda bisa eksekusi pada harga/ukuran yang diinginkan dan memperkirakan slippage serta risiko pasca trading.

Menggunakan kedua chart secara bersamaan adalah yang terbaik: jika candlestick chart menunjukkan harga mendekati resistance sementara depth chart memperlihatkan sell wall besar, menembusnya butuh volume besar; sebaliknya, jika sell wall terserap dan depth atas menipis, peluang breakout meningkat. Tentukan arah dengan candlestick; optimalkan eksekusi dengan depth chart.

Istilah Kunci

  • Depth Chart: Memvisualisasikan jumlah order beli/jual pada berbagai level harga untuk pasangan trading, mencerminkan distribusi likuiditas pasar.
  • Order Book: Data sumber depth chart—catatan seluruh order beli dan jual terbuka di exchange.
  • Likuiditas: Kemampuan membeli atau menjual aset dengan cepat tanpa menyebabkan perubahan harga signifikan.
  • Spread: Selisih antara ask terendah dan bid tertinggi—biaya langsung trading.
  • Trading Pair: Satuan pertukaran antara dua aset (misal, BTC/USDT).

FAQ

Apa Arti Warna pada Depth Chart?

Hijau biasanya menandakan order beli (bid), sedangkan merah menunjukkan order jual (ask). Semakin pekat warna hijau, semakin kuat tekanan beli di harga tersebut; merah yang semakin gelap menandakan tekanan jual yang lebih besar. Dengan mengamati ketebalan dan tinggi kedua sisi, Anda dapat menilai keseimbangan supply dan demand pasar secara cepat.

Apa Arti Lonjakan atau Gap pada Depth Chart?

Lonjakan menandakan kumpulan order besar pada harga tertentu—sering kali merupakan level psikologis atau zona support/resistance. Gap menunjukkan likuiditas rendah pada harga tertentu yang bisa ditembus dengan cepat. Fitur ini membantu Anda mengidentifikasi level kunci dan potensi risiko slippage.

Bagaimana Token Tidak Likuid Tampil pada Depth Chart?

Token dengan likuiditas rendah biasanya memiliki depth chart yang curam dan jarang dengan gap besar antar order. Artinya, transaksi besar menyebabkan slippage tinggi dan pergerakan harga tajam. Sebelum trading token seperti ini, selalu cek depth chart-nya di platform tepercaya seperti Gate untuk memastikan likuiditas sesuai dengan ukuran transaksi Anda.

Apa Artinya Jika Order Besar Tiba-Tiba Muncul Lalu Hilang?

Taktik ini disebut “order spoofing” atau “order bombing”, di mana pelaku menciptakan likuiditas palsu untuk memanipulasi harga. Jika Anda melihat order tebal yang cepat menghilang di level kunci, ini menandakan kemungkinan manipulasi psikologis. Tetap waspada—jangan mudah tertipu oleh likuiditas artifisial.

Bagaimana Menilai Token Layak Trading dengan Depth Chart?

Nilai tiga faktor utama: depth keseluruhan (apakah distribusi order seimbang?), ukuran spread (masuk akal atau tidak?), dan frekuensi pembatalan order (apakah order stabil?). Depth merata dengan spread ketat dan order stabil menandakan likuiditas baik dan biaya trading rendah; jika tidak, risikonya lebih tinggi. Exchange terkemuka seperti Gate biasanya menawarkan depth pasar berkualitas tinggi.

Bacaan Lanjutan

Sebuah “suka” sederhana bisa sangat berarti

Bagikan

Glosarium Terkait
FOMO
Fear of Missing Out (FOMO) adalah fenomena psikologis ketika seseorang merasa cemas akan tertinggal setelah melihat orang lain meraih keuntungan atau terjadi lonjakan tren pasar secara tiba-tiba, sehingga mendorong mereka untuk segera ikut berpartisipasi. Perilaku ini sering dijumpai dalam aktivitas trading kripto, Initial Exchange Offerings (IEO), minting NFT, dan klaim airdrop. FOMO dapat memicu kenaikan volume perdagangan dan volatilitas pasar, serta meningkatkan risiko kerugian. Pemahaman dan pengelolaan FOMO sangat penting bagi pemula agar terhindar dari pembelian impulsif saat harga naik dan penjualan panik saat pasar turun.
leverage
Leverage adalah praktik memanfaatkan sebagian kecil modal pribadi sebagai margin untuk memperbesar dana trading atau investasi Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengambil posisi yang lebih besar meskipun modal awal terbatas. Di pasar kripto, leverage biasanya digunakan dalam perpetual contracts, leveraged tokens, dan DeFi collateralized lending. Leverage dapat meningkatkan efisiensi modal serta memperkuat strategi hedging, namun juga menimbulkan risiko seperti forced liquidation, funding rates, dan volatilitas harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang baik dan mekanisme stop-loss sangat penting saat menggunakan leverage.
AMM
Automated Market Maker (AMM) merupakan mekanisme perdagangan on-chain yang memanfaatkan aturan yang telah ditetapkan untuk menentukan harga dan mengeksekusi transaksi. Pengguna menyetorkan dua atau lebih aset ke dalam pool likuiditas bersama, di mana harga akan menyesuaikan secara otomatis berdasarkan rasio aset yang ada di dalam pool tersebut. Biaya transaksi akan didistribusikan secara proporsional kepada penyedia likuiditas. Tidak seperti bursa tradisional, AMM tidak menggunakan order book; sebaliknya, partisipan arbitrase berperan menjaga harga pool tetap sejalan dengan harga pasar secara umum.
Arbitraseur
Arbitrase adalah individu yang memanfaatkan perbedaan harga, tingkat, atau urutan eksekusi di berbagai pasar atau instrumen dengan melakukan pembelian dan penjualan secara bersamaan untuk mengunci margin keuntungan yang stabil. Dalam konteks kripto dan Web3, peluang arbitrase dapat muncul di pasar spot dan derivatif pada exchange, antara pool likuiditas AMM dan order book, atau pada cross-chain bridge dan private mempool. Tujuan utama arbitrase adalah menjaga netralitas pasar sambil mengelola risiko dan biaya.
wallstreetbets
Wallstreetbets merupakan komunitas trading di Reddit yang terkenal karena fokus pada spekulasi berisiko tinggi dan volatilitas tinggi. Para anggotanya kerap menggunakan meme, humor, serta sentimen kolektif untuk mendorong diskusi terkait aset yang sedang menjadi tren. Komunitas ini telah memengaruhi pergerakan pasar jangka pendek pada opsi saham Amerika Serikat dan aset kripto, sehingga menjadi contoh utama dari "social-driven trading." Setelah terjadinya short squeeze GameStop pada 2021, Wallstreetbets mendapat sorotan dari media arus utama, dan pengaruhnya meluas ke meme coin serta peringkat popularitas exchange. Memahami budaya dan sinyal dari komunitas ini dapat membantu dalam mengidentifikasi tren pasar berbasis sentimen dan risiko potensial.

Artikel Terkait

Bagaimana Melakukan Penelitian Anda Sendiri (DYOR)?
Pemula

Bagaimana Melakukan Penelitian Anda Sendiri (DYOR)?

"Penelitian berarti Anda tidak tahu, tetapi bersedia mencari tahu." - Charles F. Kettering.
2022-11-21 08:14:39
Analisis Teknis adalah apa?
Pemula

Analisis Teknis adalah apa?

Belajar dari masa lalu - Untuk menjelajahi hukum pergerakan harga dan kode kekayaan di pasar yang selalu berubah.
2022-11-21 10:04:58
Top 10 Platform Perdagangan Koin Meme
Pemula

Top 10 Platform Perdagangan Koin Meme

Dalam panduan ini, kami akan menjelajahi rincian perdagangan koin meme, platform teratas yang dapat Anda gunakan untuk melakukan perdagangan, dan tips tentang melakukan penelitian.
2024-10-15 10:27:38