
Membeli token melalui decentralized application (DApp) berarti Anda menukar token secara langsung di dalam aplikasi terdesentralisasi. DApp adalah “aplikasi yang berjalan di atas blockchain,” di mana data tidak dikendalikan satu otoritas, dan transaksi dijalankan otomatis melalui smart contract.
Biasanya, DApp memfasilitasi pertukaran token menggunakan decentralized exchange (DEX). Anda memulai transaksi melalui dompet, menukar aset yang Anda miliki (seperti stablecoin) dengan token yang diinginkan. Setelah transaksi dikonfirmasi dan masuk ke dalam blok, token baru langsung dikirim ke alamat dompet Anda.
Proses ini melibatkan “dompet” sebagai akun on-chain Anda, serta “gas fee” yang dibayarkan kepada validator jaringan untuk memproses transaksi. Setiap jaringan memakai token native sendiri untuk gas—misalnya, ETH di Ethereum.
Pada umumnya, Anda tidak bisa membeli token di DApp secara langsung menggunakan kartu bank atau transfer fiat. DApp hanya menangani aset on-chain, sehingga Anda harus mengonversi fiat ke aset kripto terlebih dahulu.
Cara yang lazim adalah membeli stablecoin seperti USDT di exchange terpusat dengan fiat, lalu menarik dana ke alamat dompet blockchain Anda. Sebagai contoh, Anda dapat memakai layanan fiat-to-crypto Gate untuk membeli USDT, menariknya ke alamat jaringan dompet Anda, lalu melakukan swap token di DApp pilihan Anda.
Beberapa DApp atau dompet mengintegrasikan fiat onramp pihak ketiga untuk pembelian kripto dengan kartu bank, namun biaya, batas, dan wilayah dukungan akan berbeda bergantung pada regulasi lokal.
Ada tiga hal utama yang dibutuhkan: akun (dompet), aset, dan jaringan yang sesuai.
Pertama, Anda memerlukan dompet non-custodial. Dompet ini sepenuhnya Anda kendalikan karena Anda memegang seed phrase atau private key. Catat seed phrase Anda dan simpan offline—jangan pernah mengambil screenshot atau mengunggahnya ke cloud.
Kedua, pastikan Anda memiliki token native jaringan untuk membayar gas fee. Misalnya, transaksi di Ethereum memerlukan ETH; jaringan lain memakai koin native masing-masing. Tanpa gas, transaksi tidak dapat diproses.
Anda juga memerlukan aset on-chain untuk swap—umumnya stablecoin. Anda bisa membeli USDT dengan fiat di Gate, lalu menariknya ke alamat jaringan dompet yang sesuai (sesuai jaringan DApp).
Per awal 2026, sebagian besar dompet utama mendukung koneksi ke Ethereum dan beberapa chain kompatibel. Sebelum memakai DApp, pastikan dompet Anda sudah di jaringan yang sama dengan yang dibutuhkan DApp.
Prosesnya sederhana, namun harus dijalankan dengan cermat agar tidak terjadi kesalahan jaringan atau transaksi gagal.
Langkah 1: Pilih Jaringan dan DApp. Tentukan di jaringan mana token target Anda berada dan buka decentralized exchange (DEX) atau aggregator yang relevan.
Langkah 2: Hubungkan Dompet. Klik tombol connect di antarmuka DApp, pilih dompet Anda, setujui permintaan koneksi di pop-up dompet, dan pastikan domain situs benar untuk menghindari phishing.
Langkah 3: Pilih Pair Trading. Pada kolom “You Pay”, pilih aset yang Anda miliki (misal USDT); di kolom “You Receive”, pilih token target Anda. Untuk token tidak umum, selalu cek dan paste alamat kontrak dari channel resmi proyek.
Langkah 4: Atur Slippage Tolerance. Slippage tolerance menentukan seberapa besar harga eksekusi boleh menyimpang dari harga harapan Anda. Tingkatkan slippage saat volatilitas tinggi atau likuiditas rendah agar transaksi tidak gagal; turunkan saat kondisi stabil untuk harga lebih presisi.
Langkah 5: Konfirmasi dan Bayar Gas Fee. Setelah klik swap, dompet Anda akan meminta konfirmasi transaksi dan menampilkan estimasi gas. Periksa kembali jumlah, alamat kontrak, dan biaya sebelum menandatangani.
Langkah 6: Tunggu Konfirmasi Blockchain. Transaksi akan diproses jaringan, memakan waktu mulai detik hingga menit. Setelah dikonfirmasi, token baru muncul di dompet Anda—jika belum terlihat, tambahkan alamat kontrak token secara manual.
Ada tiga biaya utama:
Pertama, gas fee, tergantung kepadatan jaringan dan kompleksitas transaksi. Biaya lebih tinggi saat jaringan sibuk dan bervariasi antar jaringan.
Kedua, biaya pertukaran. Mayoritas DEX mengenakan swap fee kecil sesuai desain kontrak; setiap liquidity pool punya tarif berbeda, dan aggregator bisa memberi rute optimal untuk harga lebih baik.
Ketiga, price impact. Transaksi besar atau pool likuiditas tipis menyebabkan slippage sehingga harga eksekusi meleset dari ekspektasi. Anda dapat membagi order, memilih pool lebih dalam, atau menyesuaikan waktu trading saat volatilitas rendah untuk mengurangi risiko ini.
Transaksi cross-chain juga menimbulkan bridge fee dan gas tambahan.
Kegagalan biasanya berasal dari masalah saldo, jaringan, atau pengaturan parameter:
Perbedaan utama terletak pada kustodian, pengalaman pengguna, dan tingkat risiko.
Di platform terpusat, aset dikelola oleh platform sehingga pemula dapat membeli kripto dengan fiat atau menukar token utama dengan mudah; melalui DApp, Anda memegang aset sendiri dan swap langsung via smart contract untuk transparansi lebih tinggi—namun butuh keahlian teknis dan kewaspadaan keamanan ekstra.
Proses onboarding juga berbeda: Anda bisa membeli token dengan fiat di Gate, menarik ke dompet, lalu memakai DApp untuk swap khusus; di platform terpusat, trading lebih mirip keuangan tradisional.
Risikonya pun berbeda: DApp mengekspos pengguna ke celah smart contract dan risiko otorisasi; platform terpusat menuntut kepercayaan pada keamanan dan solvabilitas mereka. Banyak pengguna menggabungkan kedua metode demi fleksibilitas.
Risiko utama meliputi phishing, token palsu, dan pengelolaan izin:
Jika aset dan token target Anda berada di jaringan berbeda, diperlukan bridging cross-chain atau pergantian jaringan:
Salah satu cara adalah memakai cross-chain bridge untuk memindahkan aset dari jaringan asal ke jaringan target, lalu swap token di DApp pada jaringan tujuan. Proses ini menambah biaya dan waktu tunggu—selalu pastikan keamanan bridge.
Alternatifnya, transfer aset ke exchange terpusat seperti Gate, lakukan swap lintas jaringan secara internal, tarik ke alamat jaringan tujuan, lalu lakukan pembelian di DApp.
Pastikan Anda punya cukup token native di jaringan tujuan untuk gas fee berikutnya.
Membeli token lewat DApp bisa dilakukan dengan langkah jelas: siapkan dompet non-custodial, pastikan cukup token native untuk gas fee dan aset swap; lalu hubungkan dompet, pilih pair, atur toleransi slippage, dan konfirmasi transaksi. Pembelian dengan fiat umumnya memerlukan pembelian kripto di exchange terpusat terlebih dahulu—layanan fiat-to-crypto Gate dapat mempercepat proses ini. Biaya meliputi gas fee, swap fee, dan potensi price impact; saat volatilitas tinggi, pertimbangkan toleransi slippage lebih besar atau bagi order. Untuk keamanan: selalu cek alamat kontrak resmi, batasi allowance, hindari phishing, dan lindungi seed phrase Anda. Untuk kebutuhan cross-chain, gunakan bridge terpercaya atau exchange terpusat setelah menilai biaya dan risiko.
Anda perlu tiga hal: dompet Web3 (misal MetaMask), sejumlah token native chain di dompet untuk gas fee, dan akses ke jaringan blockchain tempat token target berada. Misal, di DApp berbasis Ethereum, atur MetaMask ke Ethereum Mainnet dan siapkan ETH untuk biaya transaksi. Pemula sebaiknya berlatih di testnet sebelum transaksi di mainnet dengan dana nyata.
Penyebab paling umum: gas fee terlalu rendah (transaksi tidak diproses), pengaturan slippage terlalu ketat (harga berubah di luar toleransi), saldo dompet kurang, atau jaringan padat. Risiko lain: bug smart contract, likuiditas pair kurang, atau interaksi dengan kontrak palsu. Selalu cek pengaturan gas, pastikan saldo cukup, dan gunakan sumber resmi untuk alamat kontrak sebelum trading.
Risiko utama DApp: Anda mengelola sendiri private key/keamanan dompet; risiko lebih tinggi terkena kontrak palsu atau situs scam; transaksi tidak dapat dibatalkan sehingga kesalahan bisa menyebabkan dana hilang permanen. Platform seperti Gate mengelola keamanan secara terpusat dan antarmukanya lebih mudah, tapi butuh verifikasi identitas dan bisa dibatasi wilayah. DApp menawarkan desentralisasi dan tanpa batas wilayah, tapi risikonya lebih besar—pengguna baru sebaiknya mulai dengan nominal kecil sampai benar-benar paham.
Jika Anda mengimpor token palsu, jangan transfer atau berinteraksi dengannya. Cari token itu di daftar aset MetaMask, klik menu tiga titik dan pilih “Hide” untuk menyembunyikan. Selalu salin alamat kontrak dari situs resmi atau sumber tepercaya seperti CoinGecko—bukan dari orang asing di internet. Sebelum impor token baru, cek alamat kontraknya di block explorer seperti Etherscan untuk memastikan jumlah holder dan aktivitas transaksi valid.
Ada dua biaya utama: gas fee (biaya pemrosesan blockchain) dan slippage loss (selisih antara harga harapan dan harga eksekusi akibat pergerakan pasar). Beberapa DApp juga mengenakan platform fee 0,25%–1%. Biaya gas berubah sesuai kepadatan jaringan—Ethereum umumnya lebih mahal, sedangkan Polygon atau Arbitrum jauh lebih murah. Untuk menghemat biaya, lakukan transaksi di luar jam sibuk atau pilih chain dengan biaya rendah jika memungkinkan.


