
Order book menampilkan daftar order beli (bid) dan jual (ask) yang sedang berlaku, sehingga menyediakan informasi tentang penawaran dan permintaan untuk pasangan trading tertentu.
Di pasar dengan likuiditas tinggi, order book selalu diperbarui dan order langsung dihapus setelah transaksi terjadi. Dengan demikian, trader dapat memantau aktivitas pasar secara real-time.
Order book bermanfaat untuk mengidentifikasi potensi level support dan resistance serta menganalisis kedalaman pasar. Namun, karena adanya buy wall dan sell wall yang dapat menciptakan persepsi keliru terhadap penawaran dan permintaan, sebaiknya gunakan juga alat analisis lain untuk memastikan akurasi analisis pasar.
Order book adalah daftar seluruh order beli dan jual yang sedang aktif untuk aset tertentu, seperti saham, komoditas, atau cryptocurrency. Order book menggambarkan snapshot harga yang bersedia dibayar pembeli (bid) dan harga yang diminta penjual (ask), sehingga Anda dapat memahami dinamika penawaran dan permintaan di pasar.
Pada pasar dengan likuiditas tinggi, order book diperbarui secara berkala. Setiap kali order beli atau jual baru masuk, order tersebut langsung ditambahkan ke daftar. Setelah transaksi terjadi, order terkait akan dihapus dari order book. Artinya, order book menampilkan order terbuka yang mencerminkan penawaran terbaru dari pembeli dan penjual.
Jika Anda adalah pembeli, order Anda akan masuk pada harga tertinggi yang siap Anda bayarkan. Jika Anda penjual, order Anda ditempatkan pada harga minimum yang Anda terima.
Buy Orders (Bid): Menunjukkan harga yang siap dibayarkan pembeli. Biasanya diurutkan dari harga bid tertinggi ke terendah.
Sell Orders (Ask): Menunjukkan harga yang diminta penjual. Diurutkan dari harga ask terendah ke tertinggi.
Harga dan Kuantitas: Untuk setiap order, order book menampilkan berapa banyak yang ingin dibeli atau dijual dan pada harga berapa.
Spread: Selisih antara harga bid tertinggi dan harga ask terendah. Semakin kecil spread, semakin likuid pasar tersebut.
Order Matching: Jika order beli dan jual cocok, mesin matching akan mengeksekusi transaksi. Dengan kata lain, ketika pembeli bersedia membayar harga penjual, atau sebaliknya, transaksi terjadi.
Order book juga dapat divisualisasikan dalam bentuk depth chart. Sumbu x menunjukkan harga, sedangkan sumbu y menampilkan volume order beli dan jual pada setiap level harga.
Anda akan menemukan dua kurva: hijau untuk order beli (bid) dan merah untuk order jual (ask). Dengan menganalisis kurva ini, Anda dapat memperkirakan potensi pergerakan harga. Anda juga dapat mengidentifikasi buy wall atau sell wall yang dapat menahan harga agar tidak menembus level tertentu.
Order book memberikan wawasan penting tentang likuiditas dan tren pasar. Trader memanfaatkannya untuk beberapa keperluan berikut:
Mengidentifikasi Level Support dan Resistance: Order beli dalam jumlah besar pada harga tertentu (buy wall) bisa menjadi tanda support kuat, sementara order jual besar (sell wall) menunjukkan adanya resistance di level tersebut.
Analisis Likuiditas: Order book yang “dalam” dengan volume besar memudahkan eksekusi order besar tanpa mengganggu harga pasar secara signifikan.
Kedalaman Pasar: Trader melihat jumlah order yang menunggu untuk dieksekusi di berbagai level harga demi mengantisipasi potensi pergerakan pasar. Misal, jika banyak order beli pada harga tertentu, kemungkinan besar level tersebut menjadi support.
Namun, order bisa dengan mudah ditambahkan dan dibatalkan. Buy wall dan sell wall kadang sengaja digunakan untuk menciptakan persepsi palsu tentang penawaran dan permintaan. Oleh karena itu, jangan terlalu mengandalkan order book saja. Meski bisa memberikan insight, order book juga dapat menyesatkan.
Market Order: Order jenis ini langsung dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia. Misalnya, jika pembeli memasang market order, order tersebut akan dipasangkan dengan harga ask terendah di order book.
Limit Order: Dengan limit order, trader menentukan harga beli atau jual aset yang diinginkan. Order ini hanya dieksekusi jika harga pasar menyentuh harga limit yang telah ditetapkan, meskipun eksekusi tidak selalu terjamin.
Stop Order: Jenis order ini memungkinkan Anda menentukan harga pemicu market order atau limit order. Stop order umumnya digunakan untuk membatasi potensi kerugian dan sangat efektif untuk manajemen risiko.
Order book merupakan alat penting untuk memahami dinamika penawaran dan permintaan di pasar keuangan. Baik Anda bertransaksi saham, komoditas, maupun cryptocurrency, analisis order book yang tepat dapat membantu Anda membuat keputusan trading yang lebih baik.
Namun, perlu diingat, order bisa segera ditambahkan atau dibatalkan, dan buy wall atau sell wall kadang sengaja dibuat untuk menciptakan persepsi penawaran dan permintaan yang tidak akurat. Maka, untuk analisis pasar yang benar-benar akurat, gunakan juga alat dan indikator teknikal lain.
Order book menampilkan order beli dan jual suatu aset pada berbagai level harga. Sebagai contoh, order book Bitcoin menunjukkan pembeli yang menawarkan USD 42.000 dengan pasokan 2 BTC dan penjual yang meminta USD 42.100 untuk 1,5 BTC. Selisih antara bid tertinggi dan ask terendah disebut spread dan menggambarkan aktivitas perdagangan.
Order book adalah daftar real-time yang menampilkan semua order beli dan jual untuk cryptocurrency, diurutkan berdasarkan level harga. Order book menunjukkan kedalaman pasar, membantu trader memahami likuiditas dan mengambil keputusan masuk maupun keluar dengan lebih baik.
Order book menampilkan seluruh order beli dan jual untuk suatu aset, berdasarkan level harga. Pembeli memasang bid, penjual memasang ask. Jika harga sesuai, transaksi terjadi. Order book menampilkan kedalaman pasar secara real-time, sehingga trader memahami penawaran, permintaan, dan likuiditas pasar.
Bid adalah harga tertinggi yang siap dibayarkan pembeli, sedangkan ask adalah harga terendah yang diterima penjual. Selisih antara keduanya disebut spread, yang menggambarkan perbedaan antara penawaran dan permintaan di pasar.
Order book sangat penting bagi trader karena menampilkan order beli dan jual secara real-time, sehingga menciptakan transparansi harga di pasar. Order book membantu menilai likuiditas, mengidentifikasi support dan resistance, serta memfasilitasi pengambilan keputusan trading berbasis analisis kedalaman pasar dan dinamika penawaran-permintaan.











